MATARAM — Irwansyah meraih nilai 7,70 dalam penilaian tingkat Provinsi NTB. Pada kategori sosial kemasyarakatan, posisi pertama ditempati Arif Alhakim dari Kabupaten Lombok Barat dengan nilai 8,30, disusul Nobi Abandi dari Lombok Utara dengan 7,90.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pemuda dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ajang Pemuda Pelopor NTB mencakup lima bidang: kewirausahaan, seni dan budaya, lingkungan, ekonomi digital, serta sosial kemasyarakatan.
Mengabdi Lewat KOMPAK-DT Sejak 2020
Pilar utama pengabdian Irwansyah adalah Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Karamabura-Dompu Timur (KOMPAK-DT). Ia dipercaya menjabat ketua umum sejak 2020 dan memimpin selama dua periode hingga 2024.
Di bawah kepemimpinannya, KOMPAK-DT menjalankan program yang menyasar anak-anak, pemuda, hingga perempuan. Di bidang pendidikan, komunitas ini rutin menggelar belajar gratis setiap Minggu dan seminar pendidikan bersama organisasi perangkat daerah.
Program lain mencakup Gema Ramadhan berisi perlombaan pelajar dari tingkat taman kanak-kanak hingga SMA. Komunitas ini juga aktif menggelar pentas seni dan budaya tahunan serta membentuk majelis taklim bagi kaum perempuan.
Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Desa
Untuk mendorong kemandirian ekonomi, KOMPAK-DT menyelenggarakan diskusi dan seminar kewirausahaan dengan menggandeng BUMN dan BUMD. Kegiatan sosial lainnya meliputi pemberdayaan perempuan, edukasi kebersihan lingkungan, perlindungan hutan, dan pelestarian alam.
Menjelang pemilihan umum, komunitas ini turut memfasilitasi pendidikan pemilih melalui kerja sama dengan KPU Kabupaten Dompu. Langkah itu menempatkan KOMPAK-DT sebagai mitra penyelenggara pemilu di tingkat desa.
Jabat Ketua Geopark Tambora Youth Forum 2025-2028
Selain memimpin KOMPAK-DT, Irwansyah aktif di sejumlah organisasi strategis. Ia menjabat Ketua Umum Geopark Tambora Youth Forum periode 2025-2028 dan Sekretaris Umum Karang Taruna periode 2025-2030.
Ia juga menjadi pengurus Kelompok Sadar Wisata sejak 2025, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asistensi Media Nasional (AsMen) periode 2026-2030, serta mendirikan MATUPA Project pada 2025.
"Untuk sampai pada titik ini tidaklah mudah, butuh proses panjang dan nyata," ujar Irwansyah.
Baginya, KOMPAK-DT bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan wadah untuk belajar, berproses, dan mengabdikan diri kepada masyarakat di kampung halamannya.
Kiprah Irwansyah menunjukkan organisasi kepemudaan dapat menjadi ruang efektif untuk mengembangkan pendidikan, memperkuat partisipasi sosial, dan mendorong pemberdayaan masyarakat yang dimulai dari tingkat desa.