NUSA TENGGARA BARAT — Organisasi pariwisata Astana Mitra Pariwisata (ASMIPA) meluncurkan aplikasi ASMIPA Merchant Generasi Terbaru (V3.0) di Gresik, Jawa Timur, sebagai ekosistem digital yang menghubungkan biro perjalanan dengan vendor resmi. Peluncuran yang dipimpin Ketua Umum DPP ASMIPA Umi Kulsum itu menargetkan pasar wisatawan dalam dan luar negeri. Aplikasi sudah bisa diunduh lewat Google Play Store.
ASMIPA berdiri sejak 2019 dan kini memperluas perannya lewat platform digital yang menyatukan pelaku usaha pariwisata. Peluncuran V3.0 berlangsung di Gresik pada Minggu (1/11/2026), dihadiri jajaran pengurus dan anggota dari berbagai daerah.
Ketua Umum DPP ASMIPA Umi Kulsum, yang akrab disapa Bunda Shofi, menyebut aplikasi ini sebagai jawaban atas persaingan dan isu keamanan industri pariwisata. Aplikasi menghubungkan biro perjalanan wisata langsung dengan vendor resmi, mulai dari hotel, resto dan catering, pusat oleh-oleh, hingga armada transportasi.
Setiap kunjungan dan transaksi di aplikasi tercatat lewat QR Code atau barcode. Sistem pencatatan ini disebut mampu menutup ruang bagi penipuan travel bodong, pungutan liar, dan persaingan usaha tidak sehat.
"Kami ingin membangun ekosistem digital pariwisata yang transparan, aman, dan memberi manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat luas. Lewat aplikasi ini, biro perjalanan wisata terhubung langsung dengan vendor resmi," ujar Bunda Shofi.
Fitur unggulan V3.0 adalah LOKAA (Paket Wisata Biro). ASMIPA mengklaim sebagai organisasi pariwisata pertama di Indonesia yang memfasilitasi biro perjalanan anggota merancang, mengelola, dan memasarkan paket wisata langsung ke masyarakat umum, baik di dalam maupun luar negeri.
Bagi traveler, LOKAA memberi kepastian karena seluruh paket wisata ditawarkan oleh biro resmi yang sudah terverifikasi ASMIPA. Biro travel pun leluasa menyusun estimasi biaya dan keuntungan secara transparan.
"Melalui LOKAA, pelaku usaha biro travel memiliki kebebasan merancang paket perjalanan secara fleksibel, menghitung estimasi biaya dan keuntungan secara transparan, hingga menjangkau pasar yang jauh lebih luas," tambah Sekjen DPP ASMIPA, Faiz.
Aplikasi ini juga dirancang memperkuat kemandirian finansial organisasi tanpa bergantung penuh pada iuran anggota. Sistem poin reward bagi biro perjalanan dan transparansi operasional diharapkan menggerakkan ekonomi anggota, UMKM lokal, hingga kas organisasi untuk perawatan platform berkelanjutan.
"Dari Gresik untuk Indonesia dan dunia, kami optimistis langkah digitalisasi ini menjadi awal baru bagi kebangkitan pariwisata Indonesia yang lebih modern, mandiri, dan berdaya saing global," pungkas Bunda Shofi.
Bagi traveler yang ingin mencoba paket wisata dari biro terverifikasi, aplikasi ASMIPA Merchant tersedia di Google Play Store. Informasi lebih lanjut soal vendor dan biro yang terdaftar dapat dicek langsung lewat aplikasi tersebut.