LOMBOK BARAT — Fauzan Husniadi resmi menjabat Sekretaris Daerah Lombok Barat setelah melalui proses transisi birokrasi yang berjalan hingga tuntas. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha.
Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa kepemimpinan politik bisa berganti setiap lima tahun, tetapi birokrasi harus terus berjalan sebagai fondasi pelayanan masyarakat. Ia meminta jajaran ASN tidak menggantungkan kinerja pada figur pemimpin yang sedang menjabat.
"Bangun sistem dan jangan tergantung kepada orang karena siapa pun pemimpinnya birokrat harus tetap profesional dan tegak lurus kepada pimpinan," kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha menyampaikan apresiasi atas tuntasnya proses transisi birokrasi di lingkungan Pemkab Lombok Barat. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi pengelompokan atau kubu-kubuan di antara perangkat daerah.
"Tidak boleh lagi ada kubu-kubuan, mari bersama membangun soliditas dan sinergitas karena kita adalah satu tim," katanya.
Nurul Adha memaparkan sejumlah pekerjaan rumah yang menuntut penanganan bersama lintas perangkat daerah. Angka kemiskinan perlu ditekan hingga 11,60 persen, percepatan penanganan stunting ditargetkan di angka 8,93 persen, dan sebanyak 7.364 anak di Lombok Barat masih tercatat tidak sekolah.
Selain persoalan sosial, pembenahan tata kelola keuangan daerah masuk agenda prioritas yang wajib dieksekusi Sekda baru. Penguatan harmonisasi koordinasi antara lembaga eksekutif dan legislatif juga diminta menjadi perhatian, terutama saat pembahasan anggaran dan program pembangunan.
Sejumlah tantangan pembangunan daerah itu menuntut kerja kolektif antar-perangkat daerah, bukan penanganan terpisah-pisah. Wabup menilai soliditas jajaran ASN menjadi prasyarat agar program penurunan kemiskinan dan penanganan stunting berjalan sesuai target.
Menjawab arahan pimpinan daerah, Fauzan Husniadi menyatakan kesiapannya segera melakukan konsolidasi internal di lingkungan Sekretariat Daerah. Langkah itu ditempuh agar seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu arah kebijakan yang sama.
Fauzan juga menegaskan komitmennya mengoptimalkan pengalokasian APBD Lombok Barat. Menurutnya, anggaran daerah harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan yang paling dirasakan warga, mulai dari kemiskinan, stunting, hingga anak putus sekolah.
Pelantikan Sekda menjadi bagian dari penataan birokrasi di lingkungan Pemkab Lombok Barat. Gubernur NTB menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik menjadi ukuran utama keberhasilan kepemimpinan birokrasi di daerah.