NUSA TENGGARA BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 139,28 poin atau 2,83 persen ke level 5.059 pada pembukaan perdagangan Kamis (5/11). Penguatan indeks terjadi setelah sebelumnya bergerak di area 4.998, dengan 510 saham tercatat menguat, 80 melemah, dan 92 stagnan.
Berdasarkan data RTI Business pukul 09.13 WIB, IHSG bergerak di rentang terendah 4.995 dan tertinggi 5.069 pada awal sesi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp8.866,599 triliun, sementara volume perdagangan mencapai 4,46 miliar saham.
Nilai transaksi pada periode pembukaan mencapai Rp1,75 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 202.279 kali. Angka tersebut mencerminkan aktivitas jual-beli yang cukup ramai di awal perdagangan.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG cenderung bergerak sideways secara intraday setelah mencapai target koreksi minimal sebelumnya. Meski dibuka menguat, indeks dinilai masih berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 4.763-4.807.
"Posisi IHSG diperkirakan masih berada pada wave (v) dari wave [v], dengan area koreksi berikutnya di rentang 4.763-4.807," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 4.847 dan 4.763, dengan resistance di 5.143 dan 5.247 pada perdagangan hari ini.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji memberikan pandangan berbeda. Menurutnya, IHSG masih berada dalam fase pemulihan sementara atau dead cat bounce, dengan risiko melanjutkan penurunan.
Sinyal negatif dari indikator teknikal dan penurunan volume perdagangan turut membayangi pergerakan indeks. Pola bullish pin bar yang sempat terbentuk sebelumnya dinilai belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan arah.
"Pergerakan IHSG membentuk pola dead cat bounce setelah sebelumnya menunjukkan pola bullish pin bar. Indikator Stochastics K_D dan RSI masih memberikan sinyal negatif, disertai volume perdagangan yang menurun," ujar Nafan.
Nafan memprediksi IHSG bergerak di level support 4.777 dan 4.697, dengan resistance di 5.036 dan 5.116 hari ini.
Perbedaan pandangan kedua analis menunjukkan ketidakpastian arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan. Herditya melihat penguatan pembukaan sebagai bagian dari koreksi teknikal yang belum selesai, sementara Nafan menilai kenaikan sebagai jebakan sementara sebelum penurunan lanjutan.
Bagi investor jangka pendek, level resistance 5.036-5.143 menjadi area krusial yang perlu diperhatikan. Jika indeks gagal bertahan di atas level tersebut, tekanan jual berpotensi kembali menguat.
Sebaliknya, support di kisaran 4.763-4.807 menjadi zona yang perlu dijaga. Penembusan ke bawah area itu akan mengonfirmasi skenario pelemahan lanjutan yang diperkirakan kedua analis.
Secara teknikal, indikator Stochastics dan RSI yang masih memberikan sinyal negatif menjadi peringatan bahwa momentum penguatan pagi ini belum tentu berlanjut hingga penutupan sesi.