NUSA TENGGARA BARAT — Partin memecahkan rekor Asian Para Games 2026 usai finis terdepan di nomor T63 putra 100 meter dengan waktu 12,37 detik. Tambahan emas ini membawa kontingen Indonesia mengemas 14 keping dan menempati peringkat kedelapan klasemen sementara medali.
Berlaga di Stadion Nagoya City Mizuhi Park Athletic, Nagoya, Partin menuntaskan lintasan 100 meter lebih cepat dari seluruh pesaingnya. Catatan 12,37 detik itu bukan hanya mengunci podium tertinggi, tetapi juga menghapus rekor Asian Para Games 2026 untuk nomor tersebut.
Phalathip Khamta dan Charitha Indrapala Lengkapi Podium
Medali perak menjadi milik wakil Thailand, Phalathip Khamta, yang membukukan 12,72 detik. Sementara perunggu disabet atlet Sri Lanka, Charitha Indrapala, dengan 13,39 detik.
Bagi Partin, kemenangan di Nagoya melanjutkan tradisi emas yang ia raih di edisi sebelumnya. Proses panjang menuju titik ini membuatnya menyambut hasil tersebut dengan penuh syukur.
"Alhamdulillah dapat mengulang medali emas lagi untuk Indonesia. Perasaannya luar biasa, senang sekali karena memang prosesnya juga sudah lumayan lama," kata Partin usai lomba.
Leani Ratri/Hikmat Ramdani Buka Keran Emas Para Badminton
Emas Partin melengkapi dominasi Indonesia di cabang para badminton pada hari yang sama. Leani Ratri Oktila/Hikmat Ramdani membuka keran emas setelah menaklukkan pasangan India, Thulasimathi/Kumar Nitesh, di final ganda campuran SL3-SU5.
Ratri/Hikmat harus melewati pertandingan tiga gim sebelum menang dengan skor 11-21, 21-19, 21-14. Kemenangan itu menjadi pembuka rangkaian medali emas Indonesia dari sektor para badminton.
Rina Marlina/Subhan Taklukkan Wakil China di Final SH6
Emas berikutnya dipersembahkan Rina Marlina/Subhan dari nomor ganda campuran SH6. Mereka menaklukkan wakil China, Shuangbao Lin/Qingtao Zeng, dengan skor 21-16, 11-21, dan 21-15.
Dua kemenangan final itu memastikan Indonesia menambah pundi emas secara signifikan dalam satu hari pertandingan.
Indonesia Jauhi Kazakhstan dan Malaysia di Klasemen
Perolehan terkini kontingen Merah Putih adalah 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu. Indonesia kini menjauhi Kazakhstan yang mengoleksi 12 emas, 16 perak, dan 22 perunggu.
Malaysia tertinggal lebih jauh dengan enam emas, delapan perak, dan 13 perunggu. Posisi kedelapan klasemen sementara memberi Indonesia ruang untuk terus menekan kontingen di atasnya pada sisa rangkaian pertandingan di Nagoya.