Toyota Merek Otomotif Paling Bernilai 2026, BYD Naik ke Posisi 12

Penulis: Valdi Pratama  •  Jumat, 06 November 2026 | 19:31:30 WIB
Toyota menempati peringkat kesembilan daftar 100 merek global versi Interbrand 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Laporan Best Global Brands 2026 dari Interbrand menempatkan Toyota sebagai satu-satunya merek otomotif di 10 besar dunia, tepatnya peringkat kesembilan. Di bawahnya, persaingan lebih ketat: Mercedes-Benz dan BMW masih mengunci posisi dua dan tiga, sementara BYD melesat ke urutan ke-12 kategori otomotif. Hanya empat merek otomotif yang nilainya naik tahun ini — dan Ferrari mencatat lonjakan paling besar.

Toyota mempertahankan takhta merek otomotif paling bernilai di dunia untuk tahun 2026 versi Interbrand. Posisi puncak di kategori otomotif itu sekaligus menempatkan Toyota di peringkat kesembilan daftar 100 merek global, satu-satunya pabrikan mobil yang berhasil menembus sepuluh besar.

Konsistensi Toyota bukan cerita setahun dua tahun. Terakhir kali mereka kehilangan gelar merek otomotif paling bernilai terjadi pada 2003, ketika Mercedes-Benz masih memimpin. Artinya, dominasi Toyota sudah berjalan lebih dari dua dekade.

Peringkat 10 Besar Merek Otomotif Dunia 2026

Di bawah Toyota, Mercedes-Benz menempati posisi kedua kategori otomotif dengan peringkat ke-20 dunia. BMW menyusul di posisi ketiga (peringkat ke-22), lalu Hyundai di posisi keempat (peringkat ke-29) dan Honda di posisi kelima (peringkat ke-45).

  • 1. Toyota — peringkat ke-9 dunia
  • 2. Mercedes-Benz — peringkat ke-20
  • 3. BMW — peringkat ke-22
  • 4. Hyundai — peringkat ke-29
  • 5. Honda — peringkat ke-45
  • 6. Tesla — peringkat ke-50
  • 7. Ferrari — peringkat ke-51
  • 8. Audi — peringkat ke-65
  • 9. Porsche — peringkat ke-66
  • 10. Volkswagen — peringkat ke-71

Ferrari Paling Agresif, Hyundai Lompat Tiga Peringkat

Dari sisi pertumbuhan nilai merek, Ferrari jadi bintangnya. Nilai merek pabrikan asal Italia itu naik 14,7% menjadi US$ 17,7 miliar, sekaligus mengerek posisinya dari urutan ke-10 kategori otomotif tahun lalu ke posisi ketujuh sekarang.

Hyundai mencatat kenaikan posisi paling besar secara keseluruhan. Tahun lalu masih di urutan keenam kategori otomotif (peringkat ke-32 dunia), kini Hyundai naik dua posisi ke urutan keempat dan menembus peringkat ke-29 global.

Kia dan BYD juga mencatat pertumbuhan nilai merek, masing-masing 2,7% dan 4,5%. Keduanya melengkapi daftar empat merek otomotif yang nilainya naik tahun ini — sisanya, sembilan merek lain, justru turun.

BYD Merangsek, Nissan Bertahan di Batas Akhir

Dari 100 merek paling bernilai di dunia, 13 di antaranya berasal dari sektor otomotif. Setelah 10 besar, Kia berada di posisi ke-11 kategori otomotif (peringkat ke-87 dunia), disusul BYD di posisi ke-12 (peringkat ke-89), dan Nissan di posisi ke-13 (peringkat ke-100).

Pergerakan BYD layak dicatat. Merek asal China itu naik satu posisi di kategori otomotif, dari urutan ke-13 menjadi ke-12, dan melompat delapan peringkat di daftar keseluruhan — dari posisi ke-97 pada 2025 ke peringkat ke-89 tahun ini. Nissan, sebaliknya, berada tepat di batas akhir 100 besar, posisi yang rawan tergelincir jika tren penurunan berlanjut.

Cara Interbrand Menghitung Nilai Merek

Interbrand tidak menilai merek sekadar dari penjualan atau kapitalisasi pasar. Ada tiga faktor utama yang dipakai: kinerja keuangan merek, pengaruh merek terhadap keputusan pembelian konsumen, serta daya saing dan pengelolaan pengalaman pelanggan.

Metodologi penilaian tersebut sudah mengantongi sertifikasi ISO 10668, standar internasional untuk pengukuran nilai merek. Sertifikasi ini yang membuat laporan Best Global Brands kerap dijadikan rujukan industri, bukan sekadar daftar popularitas belaka.

Yang Perlu Diperhatikan dari Daftar Tahun Ini

Peta persaingan merek otomotif global sedang bergeser, meski tidak dramatis. Toyota masih kokoh di puncak, tetapi tekanan dari bawah makin terasa — terutama dari merek China yang pertumbuhannya konsisten.

  • Hanya empat merek otomotif yang nilainya naik (Ferrari, Hyundai, Kia, BYD) — sisanya turun, sinyal tekanan biaya dan persaingan harga
  • Tesla di posisi keenam, tertinggal dari Honda dan Hyundai yang secara volume produksi jauh lebih besar
  • Nissan di peringkat ke-100 — posisi paling rentan keluar dari daftar tahun depan
  • BYD belum menembus 10 besar otomotif meski pertumbuhan nilai mereknya paling konsisten di antara merek China

Bagi konsumen Indonesia, daftar ini relevan sebagai cermin reputasi merek jangka panjang. Toyota, Honda, Hyundai, dan BYD semuanya punya kehadiran resmi di pasar lokal, dan nilai merek yang kuat biasanya berkorelasi dengan harga jual kembali serta jaringan layanan purna jual yang lebih rapat.

Yang belum terlihat dari laporan ini: bagaimana posisi merek-merek otomotif terhadap gelombang elektrifikasi lima tahun ke depan. Interbrand menilai kekuatan merek saat ini, bukan proyeksi. Ferrari dengan kenaikan 14,7% menunjukkan bahwa strategi harga premium dan eksklusivitas masih dihargai pasar — sesuatu yang tidak selalu sejalan dengan strategi volume massal Toyota.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Merek otomotif?
pa yang paling bernilai di dunia tahun 2026? A: Toyota, berdasarkan laporan Best Global Brands 2026 dari Interbrand. Toyota juga menempati peringkat kesembilan dalam daftar 100 merek global.

Merek otomotif m?
na yang nilai mereknya naik paling besar pada 2026? A: Ferrari, dengan kenaikan nilai merek 14,7% menjadi US$ 17,7 miliar. Kenaikan itu mengerek posisinya dari urutan ke-10 ke posisi ketujuh kategori otomotif.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top