MATARAM — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin, memastikan kesiapan alur kedatangan bagi para jamaah. Personel yang disiagakan akan ditempatkan di titik-titik krusial di bandara untuk mengurai potensi kemacetan dan kebingungan saat proses penjemputan.
Tiga Fase Penanganan Kedatangan Jamaah
Amin merinci alur penjemputan, penempatan, dan penyerahan jamaah dibagi menjadi tiga fase utama. Pertama, penjemputan oleh pihak keluarga yang sudah menunggu di area kedatangan. Kedua, penempatan jamaah di titik transit sementara sebelum proses selanjutnya. Ketiga, serah terima resmi dari pemerintah provinsi kepada pemerintah daerah kabupaten/kota, yang kemudian menyerahkan jamaah kepada keluarganya.
"Setiap fase dirancang agar berjalan rapi, tertib, dan tanpa hambatan dengan koordinasi antarpihak yang telah disepakati," ujar Amin, Jumat (29/5/2026).
Pembagian Tugas untuk Hindari Tumpang Tindih
Pembagian peran dan titik tugas telah disepakati oleh seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Langkah ini diambil untuk mengurangi tumpang tindih tugas di lapangan. Penempatan final personel, menurut Amin, memastikan penanganan berjalan lancar saat kedatangan dan serah terima kepada pihak kabupaten.
"Perhatian khusus juga diberikan pada titik-titik krusial untuk mencegah kemacetan atau kebingungan saat proses transfer jamaah," katanya menambahkan.
Jadwal Kepulangan Bertahap hingga Akhir Juni
Kedatangan jamaah haji Embarkasi Lombok akan berlangsung secara bertahap. Rombongan pertama yang mendarat awal Juni 2026 menjadi penanda dimulainya arus balik jamaah asal NTB. Pemerintah daerah diharapkan sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk memperlancar proses penjemputan di Bandara Lombok.