TANJUNG — Setiap kantong darah yang disumbangkan personel Polri dan Bhayangkari di Lombok Utara bukan sekadar aksi sosial. Di baliknya, ada proses skrining kesehatan yang bisa menjadi alarm awal bagi pendonor untuk mengetahui kondisi tubuhnya.
Kegiatan yang berlangsung di Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) RSUD Lombok Utara itu diikuti puluhan personel dan anggota Bhayangkari. Sebelum mendonorkan darah, setiap peserta wajib menjalani serangkaian pemeriksaan: tekanan darah, kadar hemoglobin, wawancara riwayat kesehatan, hingga pengisian pernyataan bebas narkoba dan riwayat perjalanan ke luar negeri.
Skrining Kesehatan yang Bisa Menyelamatkan Nyawa
Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan pemeriksaan itu menjadi nilai lebih dari kegiatan donor darah. Jika ditemukan indikasi penyakit seperti sifilis, HIV, atau tuberkulosis (TB), calon pendonor tidak bisa melanjutkan proses.
“Hal ini yang selalu saya tekankan kepada seluruh anggota. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pemeriksaan kesehatan sederhana yang sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan personel tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut Heny, mekanisme tersebut menjadikan donor darah berfungsi ganda: membantu pasien yang membutuhkan transfusi sekaligus memantau kesehatan anggota secara berkala.
Program Berkelanjutan Sejak Awal 2025
Donor darah kali ini bukan yang pertama. Heny menyebut, sejak Januari 2025, Bhayangkari bersama Polri rutin berpartisipasi dalam kegiatan serupa pada sejumlah momentum. Mulai dari Hari Bhayangkara ke-79, Hari Kemerdekaan RI ke-79, HUT Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-73, HUT Polair, hingga kini menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
“Donor darah bukan pertama kali kami laksanakan. Setetes darah yang kita berikan mungkin terlihat kecil. Namun bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit, darah tersebut bisa menjadi harapan untuk melanjutkan hidup,” kata Heny.
Momentum Hari Bhayangkara untuk Pengabdian Sosial
Heny mengajak seluruh anggota menjadikan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai penguat nilai kemanusiaan. Tidak hanya lewat tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aksi sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
“Semakin banyak yang berdonor, semakin besar peluang kita membantu sesama dan menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ujarnya.
Di tengah tingginya kebutuhan darah untuk pelayanan kesehatan di Lombok Utara, partisipasi Polri dan Bhayangkari menjadi kontribusi nyata. Kegiatan ini juga memperkuat solidaritas kemanusiaan sekaligus mendukung layanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat.