NUSA TENGGARA BARAT — Manajemen PLN UP3 Gresik meninjau langsung salah satu koperasi di Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Selasa (1/7). Kunjungan ini untuk memastikan pasokan listrik benar-benar dimanfaatkan menunjang aktivitas ekonomi, bukan sekadar menyala.
Ketua KDKMP Desa Bulurejo, Anang Yohansyah, mengapresiasi respons cepat petugas. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UP3 Gresik atas dukungannya. Dengan tersedianya listrik, Koperasi Desa Merah Putih dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
PLN: Bukan Sekadar Pasang Kabel
Manajer ULP Benjeng, Apria Wahyu Utomo, menegaskan komitmen perusahaannya memberikan layanan yang cepat dan andal. Menurutnya, keandalan pasokan listrik menjadi fondasi bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi di tingkat desa.
“PLN berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar Koperasi Merah Putih dapat berkembang dan memberikan nilai tambah bagi desa,” katanya.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, menambahkan bahwa listrik bukan hanya soal energi. Ia menyebut akses listrik menjadi penggerak usaha produktif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami percaya listrik menjadi pendorong bagi tumbuhnya usaha produktif, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta terwujudnya desa yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Eric.
Kolaborasi untuk Kemandirian Ekonomi
PLN UID Jawa Timur berencana memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain. Tujuannya, program strategis nasional seperti Koperasi Merah Putih bisa berjalan optimal dengan dukungan infrastruktur kelistrikan yang berkualitas.
Dengan tersambungnya listrik ke 115 titik koperasi di Gresik, PLN mempertegas peran sebagai mitra pembangunan desa. Langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur.