SELONG — Nelayan asal Lombok Timur yang dilaporkan hilang setelah jatuh dari perahu di perairan Pantai Suryawangi akhirnya ditemukan pada Rabu (15/7/2026) pagi. Korban, Amaq Sehar (53), warga Timba Lindur, Desa Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh nelayan setempat di Laut Rambang.
Saksi Lihat Korban dalam Kondisi Mengambang
Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan korban pertama kali terlihat oleh seorang nelayan yang sedang memancing di lokasi kejadian. "Saat sedang memancing, saksi melihat korban dalam kondisi mengambang," ujarnya.
Nelayan tersebut langsung mengevakuasi korban menggunakan sampan menuju Tanjung Luar. Tim SAR gabungan yang saat itu tengah melakukan pencarian menerima informasi penemuan pada pukul 08.00 WITA dan segera bergerak menuju lokasi.
Evakuasi dan Penyerahan ke Keluarga
Setibanya di Tanjung Luar, tim SAR gabungan langsung mengevakuasi korban ke dalam ambulans untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Proses evakuasi berlangsung cepat berkat koordinasi antara nelayan setempat dan tim SAR.
Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan banyak unsur, di antaranya Pos SAR Kayangan, Polairud Polres Lombok Timur, Polairud Polda NTB, POSAL Tanjung Luar, Babinkamtibmas dan Babinsa Tanjung Luar, Damkarmat Lombok Timur, Unit SAR Lombok Timur, Puskesmas Labuhan Haji, Pol PP, BPBD Lombok Timur, serta nelayan dan warga setempat.
Pencarian Hari Pertama Langsung Membuahkan Hasil
Korban dilaporkan terjatuh dari perahunya saat sedang memancing di perairan Pantai Suryawangi. Proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan bersama nelayan setempat hanya berlangsung sehari sebelum korban akhirnya ditemukan di Laut Rambang, yang tidak terlalu jauh dari lokasi awal kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga telah menerima jenazah korban untuk dimakamkan. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti korban jatuh dari perahu. Namun, kecelakaan di laut seperti ini kerap terjadi akibat faktor cuaca atau kondisi perahu yang tidak stabil saat memancing di tengah gelombang.