Pencarian

Kementerian ESDM Bidik Potensi Sumber Hidrogen Alami di Sulawesi, Target Energi Bersih Baru

Rabu, 22 Juli 2026 • 18:09:01 WIB
Kementerian ESDM Bidik Potensi Sumber Hidrogen Alami di Sulawesi, Target Energi Bersih Baru
Tim teknis Kementerian ESDM melakukan identifikasi awal potensi hidrogen alami di sejumlah titik di Sulawesi.

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas peta eksplorasi energi bersih dengan menyasar potensi hidrogen alami di wilayah Sulawesi. Sumber daya ini berbeda dari hidrogen yang diproduksi melalui proses industri karena terbentuk secara geologis di dalam bumi.

Mengapa Sulawesi Menjadi Target Eksplorasi?

Kementerian ESDM menyebutkan bahwa karakteristik geologi Sulawesi, seperti keberadaan sesar aktif dan aktivitas vulkanik masa lalu, menciptakan kondisi ideal bagi generasi hidrogen alami. Proses serpentinisasi batuan ultramafik di kedalaman bumi diduga menjadi mekanisme utama pembentukan gas hidrogen di kawasan tersebut.

Sejauh ini, tim teknis dari Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSMBP) telah melakukan identifikasi awal di beberapa titik. Hasil sementara menunjukkan indikasi keberadaan gas hidrogen dengan konsentrasi yang bervariasi di sejumlah lokasi di Sulawesi.

Hidrogen Alami: Cadangan Masa Depan atau Sekadar Potensi?

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, menyatakan bahwa temuan ini masih dalam tahap studi awal. “Kami masih melakukan verifikasi lapangan dan uji laboratorium untuk memastikan kelayakan sumber daya ini,” ujarnya.

Hidrogen alami dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan hidrogen yang dihasilkan dari proses reforming gas alam karena tidak memerlukan energi besar dalam produksinya. Jika terbukti ekonomis, potensi ini bisa menjadi sumber energi bersih baru bagi Indonesia.

Apa Langkah Kementerian ESDM Selanjutnya?

Kementerian ESDM berencana melanjutkan studi dengan melakukan pengeboran eksplorasi di titik-titik yang telah teridentifikasi. Langkah ini membutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan institusi riset untuk pendanaan serta penguasaan teknologi eksplorasi.

Selain Sulawesi, kementerian juga membuka kemungkinan eksplorasi serupa di wilayah Indonesia timur lain yang memiliki formasi batuan ultramafik. Namun, fokus saat ini masih tertuju pada penyelesaian pemetaan awal di Sulawesi.

Belum ada target waktu pasti untuk tahap produksi komersial. Kementerian ESDM menekankan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan data geologi yang akurat sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.

Bagikan
Sumber: lombokboss.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks