Pencarian

Mitsubishi Fuso Canter FE 74 HD untuk Koperasi Desa Tembus 5.500 Unit, Target 20.600 Sampai Desember 2026

Jumat, 31 Juli 2026 • 20:28:01 WIB
Mitsubishi Fuso Canter FE 74 HD untuk Koperasi Desa Tembus 5.500 Unit, Target 20.600 Sampai Desember 2026
Mitsubishi Fuso Canter FE 74 HD untuk program Koperasi Desa Merah Putih tercatat terkirim 5.500 unit hingga Juni 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Pengiriman Mitsubishi Fuso Canter FE 74 HD untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berjalan signifikan. Hingga Juni 2026, KTB selaku distributor resmi mencatat pengiriman dari pabrik ke dealer mencapai 5.500 unit. Angka ini baru tahap pertama—unit yang sampai di dealer masih harus melewati proses karoseri sebelum resmi diserahterimakan ke PT Agrinas Pangan Nusantara.

"Sampai saat ini saya bicara dari KTB ke dealer, sampai Juni itu 5.500 something, itu dari KTB ke dealer, karena dealer itu harus ada proses karoseri, dari barang jadi baru di-delivery ke Agrinas-nya," kata Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT KTB di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (29/8/2026).

Lonjakan Penjualan 53 Persen di Semester Pertama 2026

Proyek ini bukan sekadar kontrak kecil. Agrinas memesan total 20.600 unit truk ringan dari Fuso dengan target penyelesaian Desember 2026. Dampaknya langsung terasa di data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Mitsubishi Fuso mencatat penjualan dari pabrik ke dealer sebanyak 17.535 unit sepanjang Januari–Juni 2026. Kenaikannya 53,3 persen dibanding periode sama tahun lalu. Penjualan ritel—dealer ke konsumen—juga naik 54,4 persen menjadi 17.974 unit.

"Terkait dengan total demand, benar 2026 ini total demand banyak terkontribusi dari proyek government, namanya Agrinas. Proyek ini ditargetkan selesai sampai Desember 2026. Kalau lihat data lonjakan dari 2025 ke 2026 terjadi cukup besar, itu kontribusi dari proyek itu," jelas Aji.

Skema Distribusi: Satu Dealer di Jakarta, Karoseri di Tangan Dealer

Yang menarik dari skema proyek ini adalah alur distribusinya. Agrinas bertransaksi hanya dengan satu dealer di Jakarta. Dari sana, unit-unit Canter FE 74 HD yang sudah jadi dari pabrik dikirim ke dealer, lalu menjalani proses karoseri—penambahan bak atau modifikasi sesuai kebutuhan—sebelum akhirnya dikirim ke pengguna akhir di koperasi-koperasi desa.

Fuso bukan satu-satunya pemasok untuk program ini. Isuzu, Hino, dan Foton juga kebagian jatah. Agrinas bahkan mengimpor total 105 ribu unit kendaraan dari dua pabrikan India: 35 ribu unit Scorpio Pick Up dari Mahindra, serta 70 ribu unit dari Tata Motors yang terdiri dari 35 ribu unit Yodha Pick-Up dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.

Yang Perlu Dicermati dari Proyek Raksasa Ini

Lonjakan penjualan yang ditopang proyek pemerintah selalu punya risiko: ketika proyek selesai, pasar bisa turun drastis. Data semester pertama 2026 memang impresif, tapi perlu diingat kontribusi Agrinas sangat dominan. Begitu target Desember 2026 terpenuhi, pertumbuhan organik pasar truk ringan Indonesia akan teruji.

Belum lagi masalah kualitas armada. Dengan volume sebesar ini dan proses karoseri yang tersebar di banyak dealer, konsistensi build quality antar-unit bisa berbeda. Ini yang biasanya jadi keluhan di lapangan—bukan soal mesinnya, tapi detail pengerjaan bak dan modifikasi yang tidak seragam.

Untuk calon pembeli ritel yang tidak terlibat proyek ini, kehadiran program Agrinas justru bisa jadi pertimbangan: antrean produksi mungkin lebih panjang karena pabrik memprioritaskan pesanan besar. Namun dari sisi suku cadang dan layanan purna jual, volume besar seperti ini biasanya menguntungkan—ketersediaan komponen jadi lebih terjamin di pasaran.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks