NUSA TENGGARA BARAT — Menjadi ibu bekerja sambil mengurus anak memang melelahkan, apalagi jika harus berbagi peran dengan nenek di rumah. Sering kali muncul pertanyaan, apakah pola asuh nenek sudah tepat untuk perkembangan anak? Berangkat dari kegelisahan itulah, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) melalui Direktorat Pengembangan Sekolah Uhamka (DPSU) meluncurkan buku Grandmother Parenting Jilid 1 dan 2.
Buku yang ditulis oleh Chandrawaty ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan keluarga modern akan panduan pengasuhan lintas generasi. Peluncuran sekaligus diskusi buku digelar di Aula AR Fachruddin, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Uhamka, pada Sabtu (1/8/2026). Acara ini dihadiri oleh akademisi, praktisi pendidikan, hingga pemerhati anak usia dini.
Mengapa Peran Nenek Begitu Krusial bagi Tumbuh Kembang Anak?
Dalam sambutannya, penulis buku sekaligus Direktur Utama DPSU, Chandrawaty, menegaskan bahwa pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua semata. Dukungan keluarga besar, khususnya nenek, dinilai memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada cucu.
"Buku Grandmother Parenting ini dapat menjadi acuan dan inspirasi bagi para ibu dan nenek dalam mempersiapkan generasi penerus yang kuat fondasinya, beriman dan bertakwa dan intelektual. Buku ini merupakan bentuk langkah nyata bagi para ibu dan nenek dalam mendampingi perkembangan generasi muda," ujar Chandrawaty di hadapan peserta.
Kehadiran nenek tidak hanya membantu meringankan beban orang tua, tetapi juga memberikan pendampingan emosional yang berbeda. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang pendidikan berkualitas yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Perspektif Akademisi: Lebih dari Sekadar Mengasuh
Apresiasi datang dari Guru Besar Perkembangan Motorik Anak Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Diah Andika Sari. Ia menilai buku ini memberikan perspektif komprehensif yang jarang dibahas di tengah hiruk-pikuk informasi parenting modern.
"Buku ini sangat penuh dengan wawasan penting mengenai peran seorang ibu dan nenek terhadap tumbuh kembang anak dan cucu, sehingga peran nenek sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan dan pengawasan bagi anak-anak di samping dari orang tua mereka," kata Prof. Diah.
Menurutnya, kolaborasi antara ibu dan nenek dalam pengasuhan bisa menjadi kunci sukses tumbuh kembang anak. Buku ini juga hadir di tengah diskusi yang melibatkan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Masmidah Abdul Mu’ti, serta Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran BSKAP, Zulfikri Anas.
Apa Saja Isi Buku Grandmother Parenting?
Buku yang diterbitkan dalam dua jilid ini disusun sebagai panduan praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah. Beberapa poin penting yang dibahas di dalamnya meliputi:
- Strategi membangun karakter anak yang beriman dan berdaya saing sejak dini.
- Teknik pendampingan emosional yang hangat namun tetap disiplin untuk cucu.
- Cara menyelaraskan pola asuh antara orang tua dan nenek agar tidak terjadi perbedaan prinsip yang membingungkan anak.
- Panduan stimulasi perkembangan anak sesuai usia yang bisa dilakukan nenek di rumah.
Melalui peluncuran ini, Uhamka berharap lahir referensi yang mampu memperkuat literasi keluarga mengenai pola pengasuhan berbasis kolaborasi antargenerasi. Pendekatan ini diharapkan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus memperkuat kualitas pendidikan sejak usia dini di Indonesia.
Bagi ibu muda yang tinggal bersama mertua atau orang tua, buku ini bisa menjadi jembatan komunikasi yang hangat. Alih-alih merasa peran tergantikan, ibu justru bisa melihat nenek sebagai mitra strategis dalam membesarkan generasi penerus bangsa yang kuat fondasinya.