NUSA TENGGARA BARAT — Jakarta – Kontribusi perusahaan tambang kepada negara tidak datang dari satu pintu saja. Freeport Indonesia, salah satu anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, memperkirakan setorannya pada 2026 mencapai US$2,6 miliar. Rinciannya, dividen sekitar US$1,1 miliar, pajak US$1 miliar, dan royalti US$500 juta.
Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan struktur penerimaan itu menunjukkan bahwa kelangsungan operasional dan investasi di sektor tambang menentukan besar kecilnya pemasukan negara. “Struktur penerimaan tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan produksi dan investasi di sektor pertambangan memiliki dampak langsung terhadap besarnya kontribusi yang diterima negara, baik melalui dividen, pajak, maupun royalti,” jelasnya dalam keterangan resmi, Sabtu (8/8).
Kepastian Hukum Jadi Kunci Kepercayaan Investor
Di tengah target setoran yang besar, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, mengingatkan bahwa kepastian hukum dan konsistensi kebijakan menjadi prasyarat utama. Menurutnya, dua hal itu menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia di tengah upaya hilirisasi mineral.
“Kepastian hukum dan konsistensi kebijakan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia,” kata Eddy. Ia menambahkan, peningkatan investasi dan keberlanjutan produksi untuk mendukung hilirisasi masih perlu terus didorong, mengingat kontribusi sektor tambang melalui dividen, pajak, PNBP, dan royalti masih sangat dominan.
MIND ID Setor Dividen Rp12,6 Triliun
Kinerja anak usaha holding ini terlihat dari setoran dividen MIND ID untuk tahun buku 2025 yang mencapai Rp12,6 triliun. Angka itu ditopang enam anggota holding: PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Timah Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Freeport Indonesia.
Selain dividen, perusahaan-perusahaan di grup ini juga menjadi kontributor utama penerimaan negara dari sektor minerba lewat royalti dan PNBP. PT Bukit Asam tercatat sebagai salah satu penyumbang utama royalti batu bara. Sementara ANTAM, PT Timah, dan Freeport Indonesia memberikan kontribusi signifikan dari royalti komoditas nikel, timah, tembaga, dan emas.
Besarnya kontribusi fiskal ini menunjukkan peran strategis Grup MIND ID dalam menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Setoran tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mengurangi ketergantungan pada pembiayaan eksternal, serta memastikan manfaat pengelolaan sumber daya alam kembali ke masyarakat lewat program pembangunan.