MATARAM — Orasi ilmiah gubernur menjadi penutup rangkaian Jamnas APWI IV 2026 yang berlangsung sejak Sabtu, 19 September 2026. Forum tahunan widyaiswara ini mempertemukan pengalaman, pengetahuan, dan gagasan mengenai pengembangan aparatur dari berbagai daerah.
Dalam materi yang disiapkan, Lalu Muhamad Iqbal mengangkat posisi widyaiswara dalam mempersiapkan ASN menghadapi perubahan. Peran mereka tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pihak yang membangun proses pembelajaran untuk membentuk kualitas aparatur dan birokrasi ke depan.
Pembelajaran ASN Harus Berujung pada Kinerja, Bukan Sekadar Teori
Pengetahuan yang diperoleh melalui proses pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Materi orasi menekankan agar pembelajaran diterapkan menjadi keterampilan, peningkatan kinerja, serta manfaat nyata bagi masyarakat.
Perspektif itu menempatkan proses belajar sebagai bagian dari perubahan cara kerja organisasi pemerintahan. ASN dituntut terus memperbarui pengetahuan, beradaptasi, dan menerjemahkan pembelajaran ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Teknologi Tetap Harus Menjaga Nilai Kemanusiaan dalam Pelayanan
Transformasi digital menjadi salah satu bagian yang disiapkan dalam orasi gubernur. Pemanfaatan teknologi dikaitkan dengan kemampuan ASN menggunakannya secara cerdas, aman, etis, dan produktif.
Teknologi tidak hanya diarahkan untuk mempercepat pekerjaan administratif. Dalam gagasan yang akan disampaikan, pemanfaatan teknologi perlu berjalan bersama peningkatan kualitas pelayanan serta mempertahankan nilai kemanusiaan dalam birokrasi.
Kemampuan digital juga perlu dilengkapi kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, dan integritas. Orientasi terhadap kepentingan publik menjadi bagian dari kemampuan yang dibutuhkan ASN menghadapi perubahan.
Ukuran Keberhasilan Pelatihan Bukan Jumlah Peserta
Lalu Muhamad Iqbal juga direncanakan membahas ukuran keberhasilan pembelajaran aparatur. Jumlah pelatihan atau banyaknya peserta pendidikan tidak menjadi satu-satunya ukuran.
Perubahan perilaku, peningkatan kinerja, dan manfaat yang dihasilkan bagi organisasi maupun masyarakat dinilai sama penting dalam melihat hasil pembelajaran.
114 Peserta Bawa 170 Karya Inovasi
Jamnas APWI IV 2026 diikuti 114 peserta yang membawa 170 karya inovasi dan kreativitas. Forum ilmiah dalam rangkaian kegiatan menerima 101 artikel atau naskah, dengan 98 di antaranya dinyatakan lolos seleksi.
Pembukaan kegiatan dilakukan Ketua Umum DPP APWI Sugihardjo, dengan Tari Tembolak Beak sebagai bagian dari penyambutan peserta dari berbagai daerah. Pada malam harinya, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menghadiri Gala Dinner Jamnas.
Forum tersebut mengusung pembahasan mengenai peran widyaiswara dalam mendorong inovasi dan peningkatan kinerja ASN. Gagasan yang disiapkan menempatkan pembelajaran, inovasi, integritas, dan kemampuan beradaptasi sebagai bagian dari persiapan ASN menghadapi perubahan.
Melalui Jamnas APWI IV di NTB, pembelajaran widyaiswara diarahkan untuk terhubung dengan kebutuhan organisasi dan persoalan masyarakat. Hasil akhirnya berupa peningkatan kinerja pemerintahan serta pelayanan publik.