NUSA TENGGARA BARAT — "Apa pun yang terjadi saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi khususnya subsidi itu tidak akan kita naikkan, sampai dengan 2026 Desember sambil kita melihat perkembangan global," kata Bahlil, Senin (31/8/2026).
Pernyataan ini menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat akan penyesuaian harga di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Apa Pemicu Kenaikan Konsumsi BBM Subsidi?
Bahlil menjelaskan, saat ini pemerintah tengah menghitung potensi kelebihan konsumsi BBM subsidi dari kuota yang telah ditetapkan. Fenomena ini dipicu oleh pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, sebagian masyarakat yang biasanya mengisi BBM dengan RON 92 beralih ke RON 90 atau Pertalite. "Memang kan waktu ketika terjadi kenaikan harga BBM dunia itu ada sebagian yang RON 92 rakyat yang lain masuk untuk mengisi ke RON 90 sehingga terjadi kenaikan. Tapi kenaikannya kita lagi menghitung," ujarnya.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menjaga agar kuota BBM subsidi tidak jebol.
Bagaimana Nasib Harga BBM Nonsubsidi?
Berbeda dengan BBM subsidi, pemerintah menyerahkan harga BBM nonsubsidi sepenuhnya kepada mekanisme pasar dan dinamika harga minyak dunia. Pemerintah tidak melakukan intervensi penetapan harga secara langsung untuk jenis BBM nonsubsidi.
"Kalau untuk harga BBM non-subsidi kita akan serahkan kepada harga pasar. Apa yang terjadi dengan dinamika yang ada itu yang akan kita lakukan," terang Bahlil.
Kapan Aturan Pembatasan Pertalite Diterapkan?
Soal wacana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan desil, Bahlil menyebutkan hingga saat ini masih dalam proses pengkajian. Pemerintah ingin memastikan subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
"Itu masih di-exercise. Karena apa kita ingin subsidi itu harus tepat sasaran. Nah salah satu cara untuk membuat tepat sasaran data kita harus valid. Nah desilnya ini yang kita lagi ngecek terus," jelas Bahlil.
Artinya, tidak ada keputusan final mengenai skema pembatasan ini. Masyarakat yang saat ini telah menerima manfaat BBM subsidi tidak perlu khawatir terjadi perubahan kebijakan secara mendadak tanpa adanya sosialisasi resmi.
Yang Perlu Diketahui Masyarakat
Hingga berita ini diturunkan, harga BBM subsidi tidak berubah. Pemerintah masih fokus pada pendataan dan penghitungan konsumsi untuk menjaga stabilitas.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti perkembangan informasi resmi dari Kementerian ESDM dan instansi terkait. Selalu waspada terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya maupun pihak-pihak yang mengatasnamakan pemerintah untuk meminta imbalan tertentu.