Pencarian

Kodak PixPro AZ653 Review: Bridge Camera 65x Zoom Rp 7 Jutaan

Senin, 07 September 2026 • 20:18:01 WIB
Kodak PixPro AZ653 Review: Bridge Camera 65x Zoom Rp 7 Jutaan
Kodak PixPro AZ653 yang diuji dalam ulasan ini memiliki lensa zoom 65x dengan rentang fokus 24-1560mm.

NUSA TENGGARA BARAT — Kodak PixPro AZ653 hadir sebagai penantang di segmen bridge camera yang belakangan sepi peminat. Pasar kamera kini didominasi mirrorless entry-level, namun keunggulan utama bridge camera—jangkauan zoom luar biasa—tetap menjadi nilai jual yang sulit ditandingi. Kamera ini menyasar pengguna yang ingin jangkauan lensa super-telephoto tanpa harus merogoh kocek dalam untuk sistem lensa interchangeabel.

Spesifikasi Utama Kodak PixPro AZ653

  • Sensor: 20,68 MP 1/2.3-inch BSI CMOS
  • Lensa: Built-in 65x zoom (24-1560mm equivalent) f/2.9-6.7
  • Layar: LCD tetap 3,0 inci (460k dots)
  • Video: Full HD 1080p hingga 30 fps
  • ISO: 100-3200
  • Burst: 5 fps
  • Konektivitas: Bluetooth, USB-C, Wi-Fi
  • Dimensi: 126,0 x 89,0 x 111,4 mm
  • Berat: 588 gram

Jangkauan Zoom 65x: Kekuatan Utama yang Menutupi Kekurangan

Angka 24-1560mm bukan sekadar spesifikasi. Dalam praktiknya, rentang ini mencakup hampir semua kebutuhan fotografi—dari street photography hingga subjek liar di kejauhan. Penguji menghabiskan waktu dua pekan lebih menggunakan kamera ini dan kesulitan kembali ke lensa 70-200mm miliknya yang cuma punya zoom 2,8x.

Bobot 588 gram tergolong ringan untuk kamera dengan jangkauan sejauh ini. Sebagai perbandingan, membangun sistem mirrorless dengan lensa super-telephoto setara akan memakan biaya berkali-kali lipat. Kombinasi Canon EOS R100 dengan RF800mm F11 STM, misalnya, menghabiskan sekitar USD 1.228 (sekitar Rp 20,2 juta)—hampir tiga kali lipat harga AZ653.

Handling DSLR-Like dengan Beberapa Catatan

Grip dalam dan posisi tombol yang logis membuat AZ653 nyaman digenggam, bahkan untuk pengguna dengan tangan besar. Cincin kontrol manual di lensa menjadi nilai tambah yang memberi kesan premium. Sayangnya, sistem zoom fly-by-wire terasa lambat dan kadang patah-patah—butuh beberapa kali putaran untuk berpindah dari sudut terlebar ke telefoto, dan sering berhenti sejenak saat kamera menghitung ulang posisi elemen lensa.

Mode dial di bagian atas juga terlalu mudah bergeser. Beberapa momen terlewat karena penguji tak sadar mode berganti saat kamera masuk-keluar tas. Layar LCD 460k dots juga mengecewakan; tekstur matte-nya membantu di bawah sinar matahari, tapi ketajaman gambar sulit dinilai akurat.

Kualitas Gambar: RAW Menyelamatkan, JPEG Bermasalah

Di kondisi cahaya cukup, file RAW dari AZ653 menampilkan detail yang kaya dan hasil lensa yang tajam. Kemampuan merekam RAW menjadi nilai tambah besar. Noise terkendali hingga ISO 800—capaian impresif untuk sensor sekecil ini. Saran penguji: naikkan ISO daripada mencerahkan file RAW yang kurang exposure, karena sensor ini tidak ISO-invariant.

Masalah muncul pada JPEG bawaan kamera. Reduksi noise default terlalu agresif, menghaluskan detail halus dan menghasilkan tampilan "smudged" yang lazim di kamera compact. Di ujung panjang zoom, ketajaman menurun drastis—hasilnya mengingatkan pada lensa budget 70-300mm DSLR generasi lama. File masih layak untuk media sosial, tapi tidak untuk cetak besar.

Autofokus: Kontras yang Lambat untuk Subjek Bergerak

AZ653 menggunakan contrast-detection AF, bukan phase-detection seperti mayoritas mirrorless modern. Sistem ini cenderung "hunting"—menggerakkan elemen lensa bolak-balik mencari kontras maksimum. Untuk subjek diam, kecepatannya masih bisa diterima. Namun untuk satwa bergerak cepat atau olahraga, kamera ini bukan pilihan tepat.

Viewfinder elektroniknya kecil tapi cukup detail untuk menilai fokus. Sayangnya, preview manual focus beresolusi rendah dan kurang membantu.

Harga dan Ketersediaan

Kodak PixPro AZ653 dijual global dengan banderol USD 449 / £349 / AU$ 750,99 (sekitar Rp 7,4 juta). Ketersediaan di Inggris saat ini terbatas dengan daftar tunggu. Posisi harganya jauh di bawah Sony RX10 V yang dijual sekitar tujuh kali lebih mahal, meski kamera premium itu unggul di hampir semua aspek kecuali jangkauan zoom.

Alternatif yang Perlu Dipertimbangkan

Nikon Coolpix P1100 menawarkan zoom lebih gila—125x hingga 3000mm equivalent—dengan harga sekitar USD 900-1000. Kamera ini juga membawa aperture maksimum f/2.8, video 4K, dan LCD artikulasi 921k-dot. Namun sensornya tetap 1/2.3-inci dengan resolusi lebih rendah 16 megapiksel.

Sony RX10 V masih dianggap bridge camera terbaik yang pernah dibuat. Sensor 1-inci stacked dan lensa 24-600mm memberikan kualitas gambar jauh lebih baik, tapi harganya setara mirrorless full-frame entry-level.

Kesimpulan

Kodak PixPro AZ653 adalah pilihan masuk akal untuk siapa pun yang membutuhkan jangkauan zoom ekstrem tanpa budget besar—khususnya calon pembeli yang berencana safari atau traveling ke area wildlife. Kualitas gambar di kondisi terang cukup mengejutkan untuk sensor sekecil ini, dan handling-nya nyaman. Namun, jika kebutuhan utama Anda adalah potret dengan bokeh atau kualitas gambar absolut, smartphone flagship atau mirrorless entry-level bekas adalah investasi lebih bijak. AZ653 juga kurang ideal sebagai fondasi sistem—zoom 65x memang menggiurkan, tapi Anda tidak bisa mengganti lensa saat kebutuhan berubah.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks