Pencarian

Iga Massardi Bagikan Rumus Atur Uang ala Pesepeda: 50-30-20

Senin, 21 September 2026 • 22:00:31 WIB
Iga Massardi Bagikan Rumus Atur Uang ala Pesepeda: 50-30-20
Vokalis Barasuara, Iga Massardi, membagikan metode pengelolaan keuangan 50-30-20 saat ditemui di Nyala Festival 2026, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

NUSA TENGGARA BARAT — Iga Massardi mengungkap cara mengatur keuangan yang ia pelajari dari hobi bersepeda saat ditemui di Nyala Festival 2026, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Vokalis sekaligus gitaris Barasuara itu membagi pendapatan bulanannya ke dalam tiga pos: 50 persen kebutuhan pokok, 30 persen tabungan, dan 20 persen kesenangan. Metode sederhana itu ia jalankan sejak bersepeda menjadi gaya hidup, terutama saat latihan serius dimulai pada 2020.

Bagi Iga, bersepeda awalnya sekadar cara mencari kebugaran. Seiring waktu, perintilan pendukung yang menyertai hobinya membuat aktivitas ini naik kelas menjadi gaya hidup. Dari kebiasaan berbelanja perlengkapan itulah ia belajar mengalokasikan dana dengan lebih bijak.

Ia menekankan pengeluaran untuk hobi sebaiknya tidak mengganggu kebutuhan utama. Prinsip itu yang kemudian ia terapkan dalam pengelolaan keuangan bulanan.

Rumus 50-30-20 ala Iga Massardi

Ketika ditanya soal kesehatan finansialnya, Iga membeberkan metode sederhana yang ia terapkan. Pembagian pendapatan bulanan itu terdiri dari tiga pos, yakni kebutuhan pokok, tabungan, dan kesenangan.

"Sebenarnya metode sederhana, setiap bulan alokasikan 50 pokok, 30 nabung, 20 buat kesenangan," ujarnya.

Pos tabungan sebesar 30 persen itu, menurut Iga, perlu dialokasikan lagi untuk dana darurat, dana pensiun, dan investasi. Untuk investasi, ia memilih instrumen sederhana seperti reksadana, IHSG, dan emas agar uang tidak hanya mengendap.

"Kalau untuk olahraga kan buat kesehatan. Tapi dari situ kan akhirnya tahu gimana mengalokasikan dana. Kalau bisa jangan bertabrakan dengan kebutuhan pokok," kata Iga.

Memisahkan Kebutuhan dan Keinginan

Sebagai pesan penutup, Iga menyebut hal klise yang justru paling penting, yaitu membedakan keinginan dari kebutuhan. Hal itu terasa semakin penting sejak ia berkeluarga.

"Hal yang sangat klise ya. Bagaimana cara misahin keinginan dan kebutuhan. Apalagi buat gw yang sekarang udah berkeluarga ya. Gak bisa tuh ditabrak-tabrakin. Kaya misalnya gw udah punya sepeda, berarti kan gw gak butuh sepeda lagi. Hal hal kaya gitu," tutupnya.

Hobi bersepeda Iga sendiri bukan hal baru. Ia mulai menggeluti olahraga ini pada 2010, lalu menekuninya lebih serius pada 2020 saat pandemi. Latihan yang lebih intens membuat pengeluaran untuk perlengkapan ikut meningkat.

"Kalau sepeda mulai 2010. Terus serius di 2020 saat pandemi. Latihan lebih serius, dan belanjanya juga lebih serius. Itu olahraga favorit lah," ungkap Iga Massardi.

Nyala Festival 2026 dan Semangat Finansial Sehat

Cerita Iga disampaikan di sela Nyala Festival 2026 yang digelar OCBC pada 18-20 September 2026 di Pondok Indah Mall 3. Memasuki tahun keempat, festival ini mengusung semangat #FUNanciallyFit.

Acara tersebut menghadirkan lebih dari 10 pembicara, workshop, serta permainan finansial Moneyploration. Mahalini, Ghea Indrawari, dan Lomba Sihir dijadwalkan tampil sebagai penutup hari yang meriah.

Kisah Iga soal alokasi dana dari hobi bersepeda menambah daftar musisi Indonesia yang terbuka soal literasi finansial. Pendekatannya yang sederhana membuat pesan soal dana darurat, pensiun, dan investasi terasa lebih mudah dicerna penggemar.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kapanlagi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks