MATARAM — Pengerjaan lanjutan jaringan air bersih itu mencakup penggalian jalur dan pembenaman pipa dari bak induk di kawasan Nengi Dadawea menuju bak penampungan di Desa Tiwotoda. Jalur yang dikerjakan memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer dan menjadi bagian dari pengembangan jaringan secara bertahap sesuai kondisi serta kebutuhan masyarakat di sekitar PLTP Mataloko.
Warga Dadawea: Sebelumnya Kami Menampung Air Hujan
Warga Desa Dadawea, Adranus Lako, menyambut baik pembangunan jaringan air bersih tersebut. Menurutnya, program ini memberi manfaat besar karena sistem penyediaan air di wilayah itu masih bersifat terpusat.
"Saya sangat mendukung, bahkan seluruh desa mendukung program PLN karena sistem perairan di sini masih sentralistik. Dampak program bantuan ini sangat besar untuk seluruh desa. Sebelumnya, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, kami menampung air hujan," ujar Adranus.
Keterbatasan air bersih terutama dirasakan saat musim kemarau. Sebagian warga terpaksa membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
400 Kepala Keluarga di Tiwotoda Jadi Sasaran Manfaat
Kepala Desa Tiwotoda, Egi, menyebut masyarakat turut terlibat langsung dalam pengerjaan penggalian dan pembenaman pipa. Warga membentangkan pipa, menggali jalur, hingga membenamkan pipa agar lebih aman.
"Hari ini, bersama warga, kami membentangkan pipa sekaligus menggali jalurnya dan membenamkan pipa agar lebih aman. Semoga dengan bantuan ini, kekurangan air bersih yang selama ini kami rasakan bisa diminimalisasi," ujar Egi.
Ia menyebut sekitar 400 kepala keluarga di Desa Tiwotoda diharapkan merasakan manfaat dari pembangunan jaringan tersebut. Keterlibatan warga dinilai sekaligus menjaga keamanan jaringan yang ditanam di tanah.
PLN Siapkan 1,2 Km Pipa HDPE di Tahap Awal
Sebelumnya, PLN UIP Nusra telah menyalurkan dukungan sarana air bersih bagi masyarakat sekitar PLTP Mataloko. Pada tahap awal, PLN menyiapkan sekitar 1,2 kilometer pipa HDPE sebagai bagian dari rencana pengembangan jaringan air bersih sepanjang 7,5 kilometer, termasuk pembangunan sarana penampungan air.
Pengerjaan dilakukan dengan menggali jalur pipa, memasang pipa, lalu membenamkannya ke dalam tanah. Tahapan itu memastikan jaringan terlindungi sekaligus mendukung keberlanjutan distribusi air menuju titik-titik pelayanan masyarakat.
PLN Sebut Program Butuh Kolaborasi Pemda dan Warga
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan pembangunan jaringan air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN memberi manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
"Kami terus melanjutkan pembangunan jaringan air bersih secara bertahap agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ujar RDW.
Ia menambahkan, keberlanjutan program membutuhkan kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat setempat.
"Dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengerjaan di lapangan. Kami berharap jaringan yang dibangun dapat terpelihara dengan baik dan mampu mendukung kebutuhan air bersih masyarakat secara berkelanjutan," katanya.