MATARAM — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) tumbuh sangat kuat pada awal tahun ini. Dengan capaian 13,64 persen secara tahunan (year-on-year), NTB kini berada tepat di bawah Maluku Utara yang memimpin pertumbuhan nasional di angka 19,64 persen.
Kinerja ekonomi NTB pada triwulan I-2026 tersebut mencerminkan akselerasi aktivitas masyarakat yang melampaui banyak provinsi besar lainnya. Secara nasional, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sendiri tumbuh 5,61 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,87 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa stabilitas daya beli menjadi faktor krusial dalam menjaga ritme pertumbuhan. Dinamika geopolitik global yang masih fluktuatif tidak menyurutkan konsumsi domestik yang tetap terjaga kuat.
“Ekonomi Indonesia pada triwulan 1-2026 tumbuh 5,61 persen (y-on-y), salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” ungkap Amalia melalui keterangan resmi pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Kondisi ini memberikan fondasi yang kokoh bagi daerah-daerah seperti NTB untuk memaksimalkan potensi sektor perdagangan dan jasa. Aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput terlihat terus bergerak dinamis sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.
Data BPS menunjukkan tren pergeseran pusat pertumbuhan ke wilayah Indonesia Timur. Sebagian besar provinsi yang mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata nasional berasal dari kawasan ini, dengan NTB dan Maluku Utara sebagai pemain utama.
Berikut adalah daftar 10 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal I-2026:
Keberhasilan NTB menembus posisi dua besar nasional menjadi indikator positif bagi iklim investasi dan perdagangan di daerah. Pertumbuhan yang mencapai dua digit ini menunjukkan bahwa sektor-sektor strategis di NTB mampu beradaptasi dan berkembang pesat di tengah pemulihan ekonomi global.
Posisi ini juga memperkuat peran NTB sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di kawasan timur Indonesia. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga momentum ini pada kuartal berikutnya melalui penguatan sektor-sektor produktif dan kemudahan investasi.
Tren positif pada awal 2026 ini memberikan optimisme bahwa target pembangunan ekonomi daerah dapat tercapai lebih cepat. Fokus pada peningkatan nilai tambah produk lokal dan penguatan UMKM diprediksi tetap menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan ekonomi NTB ke depan.