Pencarian

BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Wilayah NTB Sepekan ke Depan

Selasa, 05 Mei 2026 • 11:29:23 WIB
BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Wilayah NTB Sepekan ke Depan
BMKG prediksi hujan ringan dan petir berpotensi terjadi di wilayah NTB awal Mei 2026.

MATARAM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan intensitas ringan berpeluang mengguyur sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sepekan ke depan. Kondisi cuaca secara umum sebenarnya didominasi cerah hingga cerah berawan, namun potensi hujan lokal masih tinggi.

"Hujan ringan masih berpotensi terjadi di NTB pada awal Mei 2026," ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Kadek Katriavi, dilansir dari Antara pada Senin (4/5/2026).

Berdasarkan data pemantauan, pada periode 4 hingga 6 Mei 2026, cuaca di NTB diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan. Fenomena ini perlu diwaspadai karena hujan ringan tersebut kerap disertai petir dan angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai 35 kilometer per jam.

Waspada Potensi Petir di Lombok dan Sumbawa

BMKG memetakan wilayah yang berisiko terdampak cuaca ekstrem pada tiga hari pertama pekan ini. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Bima, dan Dompu. Suhu udara di wilayah-wilayah ini diprediksi fluktuatif pada rentang 23 hingga 33 derajat Celcius.

Memasuki periode 7 sampai 10 Mei 2026, pola cuaca diperkirakan tidak banyak berubah. Hujan ringan masih mengintai wilayah Lombok Barat, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, dan Dompu dengan suhu udara maksimal 32 derajat Celsius.

"Angin permukaan bertiup dengan variasi arah dominan dari timur hingga selatan. Kecepatan angin maksimum mencapai 35 kilometer per jam," ungkap Katriavi.

Ancaman Kekeringan di Balik Hujan Dasarian I Mei

Katriavi mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Saat ini, sebagian besar wilayah NTB sedang berada dalam masa transisi atau pancaroba, meskipun beberapa daerah mulai memasuki awal musim kemarau.

Data Stasiun Klimatologi BMKG NTB menunjukkan curah hujan pada dasarian I Mei (periode 1-10 Mei) sebenarnya masih tergolong tinggi. Peluang curah hujan di atas 50 milimeter per dasarian mencapai 80 hingga 90 persen di hampir seluruh provinsi.

Bahkan, intensitas hujan lebih dari 100 milimeter per dasarian berpotensi terjadi di beberapa titik, antara lain:

  • Seluruh wilayah Pulau Lombok
  • Kabupaten Sumbawa Barat
  • Sebagian besar Kabupaten Sumbawa

Meski hujan masih turun, analisa BMKG menyebutkan musim kemarau tahun 2026 memiliki karakter yang lebih kering. Durasi kemarau diprediksi bakal lebih panjang dibandingkan kondisi normal dengan puncak kekeringan terjadi pada Juli sampai September mendatang.

Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks