JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi kembali membuka pendaftaran Beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) angkatan X pada tahun 2026. Program yang sudah berjalan sejak 2013 ini merupakan jalur percepatan studi pascasarjana terintegrasi dari magister langsung ke doktor.
Pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026. Namun, calon pendaftar sudah bisa mempersiapkan diri dari sekarang, termasuk menentukan arah riset dan mempertimbangkan promotor yang akan mendampingi selama studi.
Mulai angkatan X ini, PMDSU menawarkan dua pilihan skema yang bisa disesuaikan dengan fokus riset masing-masing pendaftar. Pertama, PMDSU Reguler yang dirancang untuk jalur akademik dan penguatan publikasi ilmiah. Kedua, PMDSU Terapan yang fokus pada pendidikan doktor terapan berbasis riset terapan, inovasi praktis, dan solusi nyata untuk dunia kerja dan industri.
Dikutip dari unggahan resmi media sosial PMDSU, target luaran beasiswa ini dibedakan berdasarkan bidang dan skema. Untuk bidang sains, teknologi, sosial, dan humaniora, awardee wajib menghasilkan minimal dua publikasi jurnal internasional bereputasi sebagai penulis pertama (first author).
Sementara untuk skema terapan, targetnya berupa inovasi berbasis riset terapan yang disertai bukti implementasi atau kebermanfaatan nyata. Ini menjadi pembeda utama dengan skema reguler yang lebih menekankan pada publikasi akademik.
Beasiswa PMDSU dirancang agar dapat diselesaikan dalam waktu empat tahun. Selama masa studi, awardee akan mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain biaya hidup, biaya buku, biaya penelitian, serta pembiayaan pendidikan penuh.
Tidak hanya itu, program ini juga membuka peluang akses riset termasuk kemungkinan kegiatan di luar negeri. Awardee juga akan mendapatkan penguatan jejaring dan kolaborasi riset dengan peneliti dari berbagai institusi.
Calon pendaftar bisa memantau informasi resmi dan perkembangan terbaru melalui laman resmi PMDSU di https://pmdsu.id/. Program ini dipersiapkan dalam struktur jalur riset sehingga mahasiswa dapat langsung fokus pada penelitian sejak awal studi.