NUSA TENGGARA BARAT — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyoroti langsung kondisi pemerintahan di Provinsi Jambi. Dalam kunjungan kerjanya, ia menegaskan bahwa kekompakan antara gubernur, bupati, dan wali kota merupakan prasyarat mutlak untuk keberhasilan pembangunan.
"Hubungan harmonis antarpimpinan daerah penting dalam mendukung jalannya pemerintahan serta pelaksanaan program yang berdampak bagi masyarakat," ujar Bima dalam pernyataannya. Ia mengapresiasi soliditas yang terjalin di lingkungan pemerintah daerah Jambi.
Pernyataan ini disampaikan di tengah agenda pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurut Bima, inovasi yang lahir dari kerja sama kolektif akan lebih mudah terimplementasi jika tidak ada sekat politik di antara para pemimpin.
Wamendagri mencontohkan, sinergi yang baik akan mempercepat proses perizinan, penyerapan anggaran, hingga penanganan isu-isu strategis seperti inflasi dan stunting. Tanpa koordinasi yang solid, program pusat kerap tersendat di tingkat lapangan.
Ia juga mengingatkan agar kepala daerah tidak terjebak dalam ego sektoral. "Masyarakat tidak perlu tahu siapa partai pendukungnya. Yang mereka butuhkan adalah jalan bagus, sekolah layak, dan harga pangan stabil," kata Bima menambahkan.
Kunjungan Wamendagri ke Jambi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya stabilitas politik menjelang Pilkada Serentak 2024. Bima berharap para pemimpin daerah bisa membedakan antara rivalitas politik saat kontestasi dengan kerja sama birokrasi setelahnya.
Ia memastikan Kementerian Dalam Negeri akan terus memantau dinamika di daerah. Jika ditemukan indikasi keretakan yang mengganggu pelayanan publik, Kemendagri siap turun tangan memberikan arahan dan pembinaan lebih lanjut.