Sejarawan University of Leicester Bantah Klarifikasi Biarawan Terbang Eilmer yang Sempat Lihat Komet Halley Dua Kali

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Senin, 15 Juni 2026 | 12:47:01 WIB
Sejarawan University of Leicester mengoreksi kronologi kehidupan biarawan Eilmer dari Malmesbury.

Kisah Eilmer dari Malmesbury telah lama menjadi legenda dalam sejarah sains dan penerbangan. Dicatat oleh sejarawan William of Malmesbury sekitar tahun 1125, biarawan Benediktin itu disebut pernah melompat dari menara biara dengan sayap buatan dari kayu willow dan kain. Ia meluncur sejauh 600 kaki, melewati tembok kota, sebelum mendarat darurat di lembah dekat Sungai Avon. Kakinya patah, tetapi ia selamat.

Catatan William juga menyebut bahwa di usia senja, Eilmer sempat menyaksikan komet Halley pada 1066. "Sudah lama sejak aku melihatmu," katanya. Frasa inilah yang selama ini ditafsirkan banyak sejarawan sebagai bukti bahwa Eilmer pernah melihat komet yang sama saat terbang pada 989, saat ia masih bocah. Jika benar, Eilmer lahir paling lambat 984 dan berusia 80-an tahun di 1066. Penerbangannya terjadi antara 1000 hingga 1010.

Komet 1018 Mengubah Perhitungan Usia Eilmer

Namun, James Aitcheson dalam jurnal Notes and Queries menawarkan interpretasi berbeda. Ia berargumen bahwa komet yang dilihat Eilmer di masa mudanya bukanlah Halley, melainkan komet lain yang melintas pada 1018. "Ini adalah asumsi yang didasarkan pada banyak perkiraan," tulis Aitcheson, dikutip dari hasil risetnya.

Jika komet 1018 yang dimaksud, maka Eilmer lahir jauh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Konsekuensinya, percobaan penerbangannya yang terjadi saat ia "masih muda" kemungkinan besar bergeser ke rentang waktu antara 1020-an hingga 1040-an. Temuan ini membuka kembali perdebatan tentang kronologi kehidupan biarawan abad pertengahan yang paling terkenal itu.

Jendela Kaca Patri dan Warisan Penerbangan

Malmesbury Abbey hingga kini masih menyimpan jendela kaca patri yang didedikasikan untuk Brother Eilmer. Meski tidak ada bukti fisik lain yang tersisa, catatan William of Malmesbury menjadi satu-satunya sumber utama yang mendokumentasikan eksperimen penerbangan manusia pertama dalam sejarah Eropa.

Bagi sejarawan, perbedaan kecil dalam penanggalan ini bukan soal sepele. "Menentukan usia Eilmer secara akurat membantu kita memahami konteks sosial dan intelektual di mana ia hidup," ujar Aitcheson. "Apakah ia seorang pemuda di awal milenium, atau pria paruh baya di era Normandia, itu mengubah cara kita membaca tindakannya."

Dampak bagi Sejarah Sains Populer

Kisah Eilmer sering dijadikan contoh awal upaya manusia menaklukkan udara, jauh sebelum Wright bersaudara. Namun, klaim bahwa ia sempat melihat komet Halley dua kali—sekali sebagai anak kecil dan sekali sebagai kakek—memberi narasi yang romantis dan hampir mistis. Temuan Aitcheson meruntuhkan romantisme itu, tetapi justru menawarkan akurasi historis yang lebih kuat.

Penelitian ini belum mengubah fakta bahwa Eilmer benar-benar terbang dan selamat. Namun, ia mengingatkan bahwa dalam sejarah, detail kecil seperti tahun komet bisa mengubah keseluruhan cerita tentang siapa seseorang sebenarnya. Bagi pembaca di Indonesia, kisah ini menjadi pengingat bahwa sains dan sejarah selalu bergerak—tidak ada kebenaran tunggal yang tak tersentuh

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: arstechnica.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top