MATARAM — CEO sekaligus Founder Dedare-Idols, Rama Katsuyuki, mengatakan lagu tersebut dirancang untuk merepresentasikan pengalaman emosional generasi muda dalam hubungan percintaan. "Lagu 'Pura Pura Sayang' menggambarkan kisah seseorang yang menerima kasih sayang dari orang yang dicintai, namun kemudian menyadari bahwa perasaan tersebut tidak tulus atau hanya kepura-puraan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Mataram.
Menurut Rama, Dedare-Idols ingin menyampaikan pesan bahwa pengalaman pahit dalam hubungan dapat menjadi bagian penting dari proses pendewasaan diri. Aransemen musik yang lebih segar dan penampilan energik sengaja dihadirkan untuk menarik kalangan remaja dan generasi muda di Indonesia.
Manajemen menilai konsep single terbaru ini dirancang untuk memperluas jangkauan pendengar, terutama generasi muda yang aktif mengonsumsi musik digital. "Grup ini menjalankan misi untuk memperkenalkan budaya Nusa Tenggara Barat melalui industri musik dan hiburan modern," kata Rama.
Dedare-Idols tidak hanya fokus pada pengembangan kemampuan vokal dan tari para anggota, tetapi juga pada penguatan identitas budaya daerah. Grup ini berharap kehadirannya dapat membuka ruang lebih luas bagi generasi muda daerah untuk bersaing di industri kreatif nasional.
Single "Pura Pura Sayang" saat ini telah tersedia di berbagai platform musik digital, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music, TikTok Music, Joox, Deezer, dan Amazon Music. Masyarakat dapat menonton video musik resmi lagu tersebut melalui kanal YouTube Dedare-Idols.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen grup untuk terus menghadirkan karya yang relevan dengan perkembangan tren musik populer tanpa meninggalkan identitas daerah asalnya. Dedare-Idols menargetkan respons positif dari pendengar muda di seluruh Indonesia melalui distribusi digital yang masif.