NUSA TENGGARA BARAT — Belanda, yang identik dengan filosofi sepak bola total nan elegan, justru memegang rekor kurang mengenakkan di pentas Piala Dunia. Mereka terlibat dalam satu-satunya laga dengan empat kartu merah—Battle of Nuremberg—kala kalah 0-1 dari Portugal di babak 16 besar 2006. Laga itu juga mencatatkan 16 kartu kuning, dimulai dari pelanggaran keras Mark van Bommel ke Cristiano Ronaldo di menit kedua.
Denzil Dumfries Jadi Kartu Merah Kedelapan Belanda di Piala Dunia
Di Piala Dunia 2018 Rusia, Denzil Dumfries menjadi pemain Belanda kedelapan yang diusir wasit di Piala Dunia. Ia dihukum kartu merah saat adu penalti perempat final melawan Argentina karena mengejek pemain lawan. Total kartu merah di Rusia dan Qatar 2022 hanya empat per turnamen—angka yang sudah disamakan di edisi 2026 setelah delapan laga.
Nigel de Jong Seharusnya Diusir, Wasit Webb Akui Kesalahan
Final Piala Dunia 2010 menjadi contoh lain agresivitas Belanda. Delapan dari sebelas starter Belanda mendapat kartu kuning saat mencoba mengganggu permainan rapi Spanyol. John Heitinga akhirnya diusir setelah dua pelanggaran, namun Nigel de Jong luput dari kartu merah meski menginjak dada Xabi Alonso. Wasit Howard Webb kemudian mengakui kekeliruannya. "Satu hal yang akan saya ubah adalah warna kartu untuk tekel De Jong. Setelah melihat tayangan ulang, itu jelas pelanggaran kartu merah," kata Webb.
Perbandingan dengan Final Lain: Monzón, Dezotti, dan Desailly
Heitinga menjadi pemain terakhir yang diusir di final Piala Dunia, dan yang kelima sepanjang sejarah. Sebelumnya, Pedro Monzón dan Gustavo Dezotti (Argentina) diusir saat kalah dari Jerman Barat di final 1990. Marcel Desailly (Prancis) menyusul di final 1998 setelah menjatuhkan Cafu, namun Prancis tetap menang 3-0 atas Brasil.
Zidane: Dari Kartu Merah Grup ke Final 2006
Zinedine Zidane dua kali diusir di Piala Dunia. Pertama saat menginjak pemain Arab Saudi di fase grup 1998, lalu yang paling ikonik: sundulan kepala ke Marco Materazzi di final 2006. Ia menjadi pemain Prancis kedua yang diusir di partai puncak.
Dengan delapan kartu merah dalam sejarah Piala Dunia, Belanda kini bersaing dengan Argentina dan Brasil sebagai tim paling sering kehilangan pemain akibat kartu merah. Fakta ini kontras dengan reputasi mereka sebagai pionir sepak bola menyerang yang cantik.