TANJUNG — Tiga dokter umum RSUD Kabupaten Lombok Utara, dr. Padlia, dr. Made Rika Anastasia Pratiwi, dan dr. Baiq Amalia Utami, berhasil membawa pulang tropi juara pertama dalam kategori Dokter Umum pada ajang 1st Lombok SYNAPS 2026. Kompetisi bergengsi di bidang neurologi ini digelar di Hotel Golden Palace, Kota Mataram.
Pada babak final, tim RSUD KLU berhasil mengungguli dua pesaing utama. Posisi kedua ditempati oleh Tim RSUD Moh. Ruslan Kota Mataram, sementara peringkat ketiga diraih oleh Tim RS Mandalika. Kepala Bidang PSDM dan Kehumasan RSUD KLU, Okta Santika Iriani, menyebut kemenangan ini diraih melalui persaingan yang sangat ketat.
“Alhamdulillah, Tim dokter umum RSUD KLU bisa melewati setiap tahapan lomba hingga tampil gemilang pada putaran final,” ungkap Okta, Kamis (25/6/2026).
Kompetisi Neurobattle dirancang untuk mengukur kemampuan klinis dokter umum dalam menangani kasus-kasus neurologi. Peserta harus melewati serangkaian simposium dan ujian yang menguji ketajaman analisis serta kerja sama tim. Okta menjelaskan, ajang ini juga menjadi ajang bagi para dokter untuk memperdalam peran mereka dalam membantu dokter spesialis saraf.
“Kesempatan tersebut juga digunakan untuk mengukur kemampuan klinis, ketajaman analisis, serta kerja sama tim dalam membantu dokter Spesialis Saraf pada penanganan pasien,” imbuhnya.
Manajemen RSUD KLU menilai prestasi ini bukan sekadar piala. Lebih dari itu, hasil kompetisi menjadi bukti konkret bahwa tenaga medis di Kabupaten Lombok Utara memiliki kompetensi yang mumpuni. Okta berharap pencapaian ini bisa menjadi referensi bagi masyarakat dalam memilih layanan kesehatan.
“Harapan kami, prestasi ini menjadi referensi masyarakat bahwa secara SDM, tenaga medis RSUD Lombok Utara memiliki kecakapan dalam tindakan pelayanan medis,” ujarnya.
Manajemen RSUD menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ketiga dokter. Mereka berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di berbagai poli layanan, termasuk saraf, demi pelayanan yang profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien.