NUSA TENGGARA BARAT — Keputusan ini diumumkan oleh Kitty Andhora, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, sebagai bagian dari evaluasi berkala yang mengacu pada regulasi dan kondisi pasar global. “Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” jelasnya dalam keterangan resmi.
Dari daftar yang dirilis, penurunan paling tajam terjadi pada produk diesel. Pertamina Dex turun dari Rp 24.800 per liter menjadi Rp 21.150 per liter — setara penurunan 15 persen. Sementara Dexlite kini dibanderol Rp 19.700 per liter, turun Rp 3.300 atau 14 persen dari harga sebelumnya Rp 23.000.
Untuk bahan bakar bensin, Pertamax Turbo mengalami penurunan Rp 1.450 menjadi Rp 19.300 per liter. Adapun Avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta juga dipangkas Rp 3.000 menjadi Rp 19.190 per liter (sebelum pajak).
Penurunan ini langsung meringankan beban pengguna kendaraan bermesin performa tinggi dan pelaku usaha transportasi. Dengan harga baru, selisih Pertamax Turbo dengan Pertamax reguler (yang masih Rp 12.950 per liter) kini hanya sekitar Rp 6.350 — lebih kecil ketimbang sebelumnya yang mencapai hampir Rp 8.000.
Bagi pengguna solar non subsidi, penurunan Pertamina Dex dan Dexlite juga menjadi kabar baik bagi armada logistik dan angkutan umum. “Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar,” tambah Kitty.
Masyarakat yang ingin memastikan harga di daerah masing-masing dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135 atau memantau media sosial @pertaminapatraniaga dan @pertamina135. Perlu dicatat, daftar harga di atas berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen. Di daerah lain, harganya bisa sedikit berbeda tergantung komponen pajak daerah.
Penyesuaian ini menjadi yang pertama dalam beberapa bulan terakhir setelah periode harga cenderung stabil. Dengan tren harga minyak global yang masih volatil, Pertamina diprediksi akan terus mengevaluasi harga secara bulanan. Konsumen pun disarankan memantau pengumuman resmi agar tidak ketinggalan perubahan harga selanjutnya.