NUSA TENGGARA BARAT — Keputusan ini diambil setelah FIFA menutup investigasi atas insiden yang terjadi di pinggir lapangan pada laga sengit tersebut. Safan Al-Saghir diusir keluar lapangan oleh wasit setelah meluapkan kemarahan atas sejumlah keputusan yang dianggapnya merugikan timnya.
Sumber di Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) mengonfirmasi kepada media lokal, Yalla Kora, bahwa sanksi tersebut telah resmi diterima. Selain larangan tampil di dua pertandingan, pelatih asal Mesir itu juga dibebankan denda finansial yang masuk kategori besar untuk ukuran staf pelatih tim nasional.
Laga yang berlangsung ketat itu berakhir dengan tersingkirnya Mesir dari turnamen. Kekalahan 2-3 dari Argentina menyisakan kekecewaan mendalam, terutama karena sejumlah keputusan wasit dinilai kontroversial dan memicu emosi di bangku cadangan Mesir.
Safan Al-Saghir bukanlah sosok yang dikenal mudah kehilangan kendali. Namun, pada pertandingan tersebut, protesnya berulang kali diabaikan hingga akhirnya ia diusir. Momen ini menjadi titik balik yang membuat FIFA bergerak cepat menjatuhkan sanksi disiplin.
Dengan skorsing ini, Mesir dipastikan kehilangan salah satu anggota kunci staf kepelatihan untuk dua laga berikutnya. Ini menjadi pukulan tersendiri bagi persiapan tim, terlebih jika laga tersebut berada di ajang resmi yang menentukan kelolosan menuju Piala Dunia 2026.
Denda 47 ribu dolar AS juga menambah beban federasi, yang sebelumnya harus menghadapi kritik publik atas kegagalan tim melaju lebih jauh. EFA belum mengeluarkan pernyataan resmi apakah akan mengajukan banding atas keputusan FIFA tersebut.
Hukuman ini sekaligus menjadi peringatan tegas bagi seluruh ofisial tim peserta Piala Dunia. FIFA menunjukkan konsistensinya dalam menindak pelanggaran protes berlebihan kepada pengadil lapangan, terlepas dari seberapa besar tekanan emosi dalam pertandingan.