Pencarian

Boikot UEFA Ancam Piala Dunia Wanita 2027, Brasil Bisa Kehilangan 11 Tim Eropa

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 08:53:01 WIB
Boikot UEFA Ancam Piala Dunia Wanita 2027, Brasil Bisa Kehilangan 11 Tim Eropa
Seluruh 55 anggota UEFA sepakat memboikot Piala Dunia Wanita 2027 jika FIFA tidak mencabut rencana investasi swasta.

NUSA TENGGARA BARAT — Ketegangan antara FIFA dan konfederasi benua mencapai titik didih pekan ini. Seluruh 55 anggota UEFA bersuara bulat menolak rencana FIFA yang ingin membawa investor swasta masuk ke dalam pengelolaan kompetisi internasional. Jika kebijakan itu tidak dicabut, turnamen global seperti Piala Dunia Wanita 2027 akan ditinggalkan negara-negara Eropa.

Jatah 11 Tiket Eropa Terancam Kosong

Piala Dunia Wanita 2027 dijadwalkan berlangsung di Brasil dengan format 32 tim. UEFA memegang 11 slot otomatis untuk negara anggotanya. Jika boikot benar-benar dijalankan, sepertiga peserta turnamen bakal hilang—sebuah pukulan telak bagi nilai komersial ajang tersebut.

Dari sisi prestasi, absennya tim Eropa akan mengubah wajah turnamen. Pada edisi 2023, lima dari delapan perempat finalis berasal dari Eropa, termasuk dua finalis: Spanyol (juara) dan Inggris (runner-up). Tanpa mereka, daya saing dan daya tarik Piala Dunia Wanita dipastikan merosot.

Kualifikasi Eropa di Ujung Tanduk

Yang lebih mendesak: proses kualifikasi UEFA untuk turnamen ini belum tuntas. Dua puluh empat laga play-off dua leg dijadwalkan bergulir antara Oktober dan Desember untuk menentukan empat tim yang akan menyusul Denmark, Prancis, Spanyol, dan Jerman.

Artinya, kebuntuan ini harus menemui titik terang sebelum Oktober. Jika tidak, seluruh rangkaian laga play-off itu terancam batal, dan FIFA harus mencari cara mengisi kekosongan yang ditinggalkan UEFA—sesuatu yang tampaknya mustahil dilakukan dalam waktu singkat.

FIFA Tetap Ngotot, Konfederasi Lain Ikut Menekan

Sejauh ini FIFA bersikeras melanjutkan proses konsultasi soal skema investasi swasta tersebut. Mereka tampaknya menganggap boikot UEFA sekadar gertakan. Namun sikap keras itu tidak hanya dihadapi dari Eropa. CONCACAF dan AFC juga telah menyuarakan penolakan terhadap wacana yang sama.

Jika dua konfederasi besar itu ikut bergabung dengan UEFA, FIFA akan menghadapi front perlawanan yang jauh lebih luas. Tekanan politik dari berbagai negara pun bertambah, dengan sejumlah politisi ikut mengkritik langkah FIFA yang dianggap mengancam masa depan sepak bola internasional.

Krisis Kepercayaan di Ruang Ganti

Yang dipertaruhkan bukan sekadar jadwal atau tiket. Boikot ini lahir dari kekhawatiran mendasar bahwa investor swasta akan mengubah cara turnamen internasional dijalankan—dari urusan federasi menjadi lahan bisnis yang mengabaikan kepentingan tim nasional dan suporter.

UEFA menegaskan langkah boikot ini diperlukan untuk menjaga kelangsungan sepak bola internasional. Namun dengan FIFA yang belum menunjukkan tanda-tanda mundur, jalan menuju Brasil musim panas mendatang masih diselimuti ketidakpastian besar.

Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks