LEMBAR — Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok masih terus berlangsung hingga siang ini. Data manifest terbaru yang dirilis Kantor SAR Mataram mencatat total 131 jiwa berada di atas kapal, terdiri dari 114 penumpang dan 17 anak buah kapal (ABK). Kapal dilaporkan terbakar saat melintasi kawasan Selat Lombok dan laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 04.39 Wita.
Korban Meninggal Dievakuasi ke Pelabuhan Lembar
Kepala KSOP Lembar, Syamsurizal, membenarkan adanya satu korban meninggal yang telah dievakuasi menuju Pelabuhan Lembar. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum dipastikan secara resmi, termasuk posisinya dalam manifest kapal.
Sebelumnya, tiga orang tiba di Pelabuhan Lembar menggunakan speedboat sekitar pukul 10.55 Wita. Dua orang di antaranya selamat dan langsung mendapatkan penanganan medis, sementara satu korban meninggal dibawa untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Armada SAR Dikerahkan dari Mataram dan Denpasar
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyatakan operasi penyelamatan memprioritaskan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Pihaknya telah mengerahkan sejumlah armada ke lokasi kejadian.
“Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian,” kata Hariyadi.
Operasi SAR turut diperkuat oleh Kantor SAR Denpasar yang mengerahkan KN SAR Arjuna. Unsur lainnya seperti TNI AL, Polairud, Syahbandar Lembar, dan Polres Lombok Barat juga terlibat dalam proses evakuasi.
Rekonsiliasi Data Manifest Masih Berlangsung
Jumlah pasti orang yang telah berhasil dievakuasi ke Lembar maupun Padangbai masih terus berkembang. Pihak berwenang masih melakukan rekonsiliasi antara data manifest dengan jumlah aktual penumpang yang dievakuasi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran KMP Putri Yasmin belum diumumkan secara resmi. Informasi terbaru mengenai hasil identifikasi korban, kondisi kapal, serta penyebab kebakaran akan diperbarui seiring perkembangan di lapangan.