Review Bluesound Pulse Cinema: Soundbar Premium Rp 24 Juta dengan Bass Mantap, Tapi Dialog Bermasalah

Penulis: Valdi Pratama  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 00:00:31 WIB
Soundbar Bluesound Pulse Cinema dipajang di hadapan pengunjung dalam sesi uji coba.

NUSA TENGGARA BARAT — Bluesound Pulse Cinema langsung menempatkan dirinya di kategori premium lewat banderol USD 1.499 (sekitar Rp 24 jutaan) di Amazon AS, atau GBP 1.249 di Richer Sounds Inggris. Untuk soundbar 3.2.2 channel, harga ini terbilang berani. Sebagai perbandingan, JBL Bar 1300X MKII dengan konfigurasi 7.1.4 channel dan 23 driver hanya lebih mahal USD 300.

Di kelas harga ini, pembeli berhak menuntut lebih dari sekadar suara bagus. Di sinilah Pulse Cinema menarik sekaligus membingungkan.

Desain: Panjang, Ramping, dan Ringan

Secara visual, Pulse Cinema tidak mencolok—justru itu nilai jualnya. Bodi berlapis mesh dengan kontrol sentuh di bagian atas yang menyala merah, hijau, dan biru. Panjangnya 47 inci, jadi sebaiknya dipasang di TV 55 inci ke atas.

Bobotnya hanya 14,8 pound (sekitar 6,7 kg), jauh lebih ringan dari Yamaha True X Surround 90A yang 24 pound atau KEF XIO yang 23 pound. Artinya, kamu bisa memasangnya sendiri tanpa bantuan orang lain.

Tidak ada remote di dalam dus. Semua kontrol dilakukan lewat aplikasi BlueOS—dan ini bisa jadi masalah kalau HP kamu mati di saat yang tidak tepat. Untungnya, koneksi HDMI eARC memungkinkan kontrol lewat remote TV atau pemutar Blu-ray.

Fitur: Lengkap Tapi Kurang Satu Hal Krusial

Mode yang tersedia meliputi night, movie, dan music, plus surround upmixer, virtualizer, dan volume leveler. Ada juga EQ treble dan bass. Tapi yang mengecewakan: tidak ada dialogue mode atau dialogue enhancer—fitur yang seharusnya wajib ada di soundbar harga segini.

Aplikasi BlueOS bekerja mirip aplikasi HEOS dari Denon, dengan integrasi TIDAL dan Qobuz untuk streaming musik. Cocok banget kalau kamu berencana membangun multi-room audio system. Tapi tidak ada room calibration atau penyesuaian channel individual—sesuatu yang seharusnya ada di produk USD 1.500.

Kualitas Suara: Musik Juara, Film Belum Sempurna

Pengujian dilakukan dengan "Top Gun: Maverick" di 4K Blu-ray, berbagai Blu-ray lain, streaming TV, dan musik lewat Qobuz via AirPlay.

Film: Di adegan pembuka "Top Gun: Maverick", efek suara pesawat terasa membungkus ruangan—kamu bisa merasakan getaran kabin saat adegan Mach 10. Tapi efek overhead tidak setinggi yang diharapkan dari soundbar USD 1.500. Yamaha True X Surround 90A di harga USD 3.000 jelas lebih unggul di dimensi ini.

Masalah yang lebih serius muncul di dialog. Ada crackling tidak menyenangkan saat Tom Cruise berbicara, seolah soundbar kesulitan memisahkan frekuensi bass suaranya dari musik latar. Hal yang sama terjadi di "How to Train Your Dragon (2025)". Ini bukan masalah konsisten—"The Batman (2022)" dan "Interview with the Vampire" terdengar bersih—tapi cukup sering untuk mengganggu.

Musik: Ini kekuatan utama Pulse Cinema. Track elektronik 'Von dutch' remix dari Charli xcx terdengar luar biasa—bagian spoken word terasa memantul di seluruh ruangan. Vokal Julia Jacklin di 'I Was Neon' jernih dengan gitar yang melodis. Queens of the Stone Age di 'My God Is The Sun' terdengar bertenaga, walau bass masih kurang kompleks dibanding speaker musik dedicated.

Verdict: Untuk Siapa Soundbar Ini?

Kelebihan:

  • Performa musik terbaik di kelas soundbar
  • Bass dalam tanpa perlu subwoofer terpisah
  • Bobot ringan, mudah dipasang
  • Aplikasi BlueOS solid untuk multi-room audio
  • Integrasi HDMI eARC lancar

Kekurangan:

  • Tidak ada dialogue mode
  • Crackling di beberapa film tertentu
  • Harga mahal untuk fitur yang ditawarkan
  • Tidak ada room calibration
  • Tanpa remote fisik

Di harga USD 1.499, Pulse Cinema harus bersaing ketat. JBL Bar 1300X MKII di USD 1.699 menawarkan surround lebih luas dan room calibration. Samsung QS90H di USD 899 sudah punya bass bawaan yang bagus. Tapi kalau prioritas utama kamu adalah kualitas musik dan berencana membangun multi-room system, Pulse Cinema tetap pilihan menarik—asalkan kamu siap menerima kompromi di sisi dialog.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top