JAKARTA — BRI memperbarui tabel angsuran KUR untuk segmen pinjaman Rp 40 juta yang berlaku mulai Agustus 2026. Skema pembiayaan ini menyasar pelaku UMKM yang membutuhkan modal kerja atau investasi dengan plafon menengah, dengan pilihan jangka waktu pengembalian yang fleksibel.
Berbeda dari kredit komersial, KUR BRI 2026 membebankan bunga flat yang disubsidi pemerintah, sehingga nominal cicilan per bulan cenderung lebih ringan. Debitur tidak perlu menyetor agunan tambahan untuk plafon di bawah Rp 100 juta, cukup jaminan pokok berupa BPKB atau sertifikat tanah.
Berdasarkan tabel pinjaman yang dirilis, berikut perkiraan angsuran untuk pinjaman Rp 40 juta dengan tenor berbeda. Angka ini merupakan simulasi standar dan dapat berubah sesuai kebijakan suku bunga efektif di kantor cabang.
Pelaku UMKM di daerah cenderung memilih tenor 36 hingga 60 bulan untuk menjaga arus kas. Dengan cicilan yang lebih kecil, keuntungan usaha bisa diputar kembali untuk stok barang atau perluasan lapak.
Namun, perlu diingat bahwa total bunga yang dibayarkan akan lebih besar jika memilih tenor panjang. Debitur yang punya kemampuan bayar lebih disarankan mengambil tenor pendek agar beban bunga total minimal.
Calon debitur perlu menyiapkan KTP, KK, dan dokumen usaha seperti NIB atau surat keterangan dari kelurahan. BRI juga meminta laporan keuangan sederhana untuk verifikasi kelayakan.
Pengajuan bisa dilakukan secara online melalui aplikasi BRImo atau datang langsung ke mantri BRI di kecamatan. Proses persetujuan umumnya memakan waktu 3-5 hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap.
Bagi warga yang ingin mengajukan KUR Rp 40 juta, disarankan berkonsultasi dengan petugas BRI untuk mendapatkan simulasi cicilan final sesuai tanggal realisasi kredit. Pastikan juga membandingkan skema tenor sebelum menandatangani perjanjian.