LOMBOK TENGAH — Tim penyidik Polresta Lombok Tengah bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Bali mulai mengumpulkan barang bukti di lokasi kebakaran Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut. Kegiatan ini berlangsung sejak pagi hingga siang hari, Senin.
Kasatreskrim Polresta Lombok Tengah AKP Pungugan Hutahaean membenarkan bahwa pihaknya tengah fokus mendalami penyebab api. "Intinya kami sedang melakukan olah TKP. Itu saja yang bisa saya sampaikan dulu," ujarnya singkat di lokasi kejadian.
Dampak kebakaran yang melanda kawasan wisata ikonik tersebut terbilang masif. Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pemerintah Lombok Tengah, sebanyak 75 unit rumah adat hangus terbakar. Tak hanya itu, 20 rumah warga di sekitar kawasan kampung adat juga ikut terdampak.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyebutkan, api juga merusak fasilitas umum seperti masjid, berugak, lumbung, serta 69 lapak UMKM atau arshop. Gerbang adat, toilet, dan gazebo di kompleks wisata tersebut turut menjadi abu.
"Total kerugian diperkirakan mencapai Rp34 miliar," kata Bupati Lalu Pathul Bahri dalam keterangannya.
Kebakaran yang terjadi Sabtu malam sekitar pukul 22.00 Wita itu memaksa ratusan warga menghadapi kehilangan tempat tinggal sekaligus mata pencaharian. Sebab, Kampung Adat Sade merupakan salah satu destinasi utama di Lombok Tengah yang menjadi sumber ekonomi warga setempat.
Pemerintah daerah mencatat jumlah jiwa yang terdampak mencapai 320 jiwa. Saat ini, Pemkab Lombok Tengah bersama pemerintah desa tengah melakukan pendataan menyeluruh untuk menghitung kerugian dan kebutuhan pemulihan.
Hasil pendataan tersebut rencananya akan dibawa ke tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat dan pemerintah pusat. "Termasuk terkait pemulihan mata pencaharian warga," ujar Bupati Lalu Pathul Bahri.
Selain mengumpulkan barang bukti untuk mengetahui asal mula api, penyidik juga meminta keterangan dari sejumlah warga yang mengetahui peristiwa kebakaran. "Olah TKP ini juga untuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi," kata AKP Pungugan Hutahaean.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan ikon wisata tersebut belum dapat dipastikan. Tim gabungan masih bekerja di lapangan untuk memastikan sumber api serta memetakan titik awal kebakaran.
Kampung Adat Sade dikenal sebagai permukiman asli Suku Sasak yang mempertahankan arsitektur tradisional. Kawasan ini menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Lombok.