Pencarian

TPID NTB Luncurkan Basamula di Pasar Seketeng Sumbawa, Wagub IDP: Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Maulid

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 17:36:01 WIB
TPID NTB Luncurkan Basamula di Pasar Seketeng Sumbawa, Wagub IDP: Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Maulid
Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, meluncurkan Bale Sembako Murah Pengendali Inflasi (Basamula) di Pasar Seketeng, Sumbawa Besar, Sabtu (22/8).

SUMBAWA BESAR — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa resmi mengoperasikan Bale Sembako Murah Pengendali Inflasi (Basamula) di Pasar Seketeng, Sumbawa Besar. Peluncuran dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri (IDP), Sabtu (22/8).

Basamula dirancang sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok. Keberadaannya menjadi krusial saat permintaan masyarakat melonjak pada momen hari besar keagamaan atau bulan-bulan tertentu yang rawan kelangkaan.

Antisipasi Gejolak Harga Jelang Hari Besar

Wagub IDP menegaskan, peluncuran Basamula bukan sekadar seremoni, melainkan langkah antisipasi dini terhadap potensi inflasi. Pihaknya ingin memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar dan harga tetap terkendali di tingkat konsumen.

“Tujuannya untuk mengecek secara langsung dalam menghadapi beberapa hari besar atau bulan-bulan tertentu di mana sering sekali terjadi kelangkaan dan kenaikan harga,” ujar IDP dalam keterangannya, Sabtu (22/8).

Menurutnya, TPID NTB tidak hanya memantau harga di lapangan, tetapi juga memastikan kesiapan distributor dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Meski sejumlah komoditas di Sumbawa belum memberikan tekanan signifikan terhadap inflasi, langkah preventif dinilai perlu dilakukan sejak dini.

“Kami hadir memastikan dan melihat secara langsung terutama sekali kesiapan distributor di dalam melayani apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sumbawa,” tegasnya.

Basamula Tidak Bersaing dengan Pedagang Pasar

Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa kehadiran Basamula di Pasar Seketeng tidak dimaksudkan untuk mengambil alih peran pedagang yang sudah ada. Toko ini berfungsi murni sebagai alat intervensi pemerintah ketika terjadi gejolak harga.

“Senang Basamula ini diluncurkan di Pasar Seketeng. Tugasnya hanya mengendalikan harga dan tidak sampai menyaingi pedagang yang ada,” tegas Syarafuddin.

Ia berharap program ini berjalan proporsional. Dengan begitu, intervensi pemerintah dalam menjaga harga tetap efektif tanpa mengganggu aktivitas dan ekosistem perdagangan yang sudah berjalan di Pasar Seketeng.

Pengendalian Inflasi Jadi Tanggung Jawab Bersama

Wagub IDP mengingatkan bahwa pengendalian inflasi merupakan pekerjaan rumah kolektif seluruh kabupaten/kota di NTB. Ketika satu daerah mengalami tekanan inflasi, daerah lain diharapkan ikut melakukan intervensi untuk menjaga kestabilan harga secara regional.

“Bila ada kabupaten yang terjadi inflasi, maka kabupaten lain juga mengintervensi untuk menekan angka tersebut. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, IDP mengapresiasi kondisi Pasar Seketeng yang dinilainya sebagai salah satu pasar kebanggaan masyarakat NTB. Ia meminta Pemkab Sumbawa dan perangkat daerah terkait memperkuat pemantauan harga serta ketersediaan kebutuhan pokok secara berkelanjutan.

Peluncuran Basamula ini turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Andhi Wahyu Riyadno; Pemimpin Bulog NTB, Mara Kamin Siregar; perwakilan Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus; serta Kepala BPS NTB, Wahyudin. Kunjungan kerja TPID NTB ke Sumbawa juga dirangkaikan dengan pengecekan kesiapan desa dan kelurahan penerima program Desa Berdaya.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks