NUSA TENGGARA BARAT — PLN tak hanya membangun pembangkit, tetapi juga menghadirkan ekosistem energi terbarukan yang terintegrasi. GEET Pulau Rengit dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan pasokan listrik yang lebih andal dan ramah lingkungan.
Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi Belitung, yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata. Dengan tambahan pasokan listrik hijau, sektor usaha kecil, pariwisata, dan industri pengolahan diharapkan bisa bergerak lebih cepat.
Kehadiran GEET tidak hanya soal infrastruktur kelistrikan. Masyarakat Pulau Rengit dan sekitarnya bakal merasakan manfaat nyata dari pasokan listrik yang lebih stabil. Usaha mikro dan kecil yang selama ini terkendala listrik kini punya peluang untuk memperluas kapasitas produksi.
PLN menargetkan ekosistem ini menjadi percontohan bagaimana energi hijau bisa berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi harian. Kawasan technopark ini juga dirancang sebagai pusat edukasi dan pengembangan teknologi energi terbarukan di wilayah timur Sumatera.
Proyek ini sejalan dengan target pemerintah memperbesar porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional. Bagi PLN, GEET Pulau Rengit adalah salah satu wujud komitmen menghadirkan listrik berbasis sumber daya lokal.
Lokasi kepulauan memang menghadirkan tantangan tersendiri dalam distribusi listrik. Namun, dengan pendekatan ekosistem seperti GEET, PLN mencoba menghadirkan solusi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan, bukan sekadar memperpanjang jaringan dari pulau utama.
Ke depan, keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan technopark serupa di wilayah lain. Jika berjalan mulus, model ini bisa direplikasi di daerah kepulauan lain yang memiliki potensi energi surya atau angin melimpah.
Dengan beroperasinya GEET Pulau Rengit, Belitung kini memiliki infrastruktur kelistrikan yang lebih modern. Masyarakat tidak lagi sekadar menunggu pasokan, tetapi bisa memanfaatkan listrik hijau untuk menggerakkan roda ekonomi yang lebih inklusif.