LOMBOK BARAT — Sebanyak 10 unit gerobak listrik resmi diserahkan BRIDA NTB kepada masyarakat dan perwakilan asosiasi pedagang asongan serta pedagang kaki lima (PKL) NTB. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, didampingi Sekretaris BRIDA NTB, Retno Untari, di Kantor BRIDA NTB, Jumat (21/8/2026).
Program ini dirancang sebagai model inkubasi inovasi untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro dan pedagang kecil di tengah tuntutan efisiensi operasional.
Hasil Rancangan Tim Engineering BRIDA, Diproduksi IKM Lokal
Gerobak listrik yang dibagikan bukan produk jadi yang dibeli dari luar. I Gede Putu Aryadi menjelaskan, unit-unit tersebut merupakan buah pengembangan prototipe dari Tim Engineering Pokja Pengelola Workshop Permesinan BRIDA NTB. Proses produksinya kemudian melibatkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) binaan.
Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB itu menekankan bahwa program ini sekaligus menjadi media uji penerapan teknologi secara langsung di tengah masyarakat. Dengan penggunaan riil di lapangan, BRIDA bisa mengumpulkan masukan mengenai keunggulan dan kekurangan produk sebagai bahan evaluasi.
Target: Omzet Naik, Jangkauan Pasar Lebih Luas
Kehadiran gerobak listrik diharapkan mengubah cara kerja pedagang keliling. Mobilitas yang lebih baik memungkinkan mereka memperluas jangkauan pemasaran tanpa terbebani biaya operasional yang tinggi.
“Gerobak listrik ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana berjualan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pelaku usaha. Teknologi harus dapat memberikan manfaat nyata dan membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraannya,” ujar I Gede Putu Aryadi.
Dampak ekonomi langsung yang ditargetkan adalah peningkatan omzet dan keuntungan dari aktivitas berjualan keliling. Di sisi lain, masyarakat sekitar juga diuntungkan dengan layanan usaha yang lebih mudah dijangkau serta penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Pelatihan Pengoperasian untuk Penerima
Penyerahan bantuan tidak berhenti pada serah terima unit. BRIDA NTB melanjutkan kegiatan dengan pelatihan penggunaan dan pengoperasian gerobak listrik bagi para penerima.
Materi pelatihan mencakup pemahaman fungsi kendaraan, tata cara pengoperasian yang aman, perawatan dasar, serta pemanfaatan gerobak secara optimal untuk menunjang kegiatan usaha. Langkah ini untuk memastikan setiap pengguna benar-benar siap menjalankan usaha dengan peralatan baru tersebut.
Mendorong UMKM NTB Naik Kelas
Program ini merupakan bagian dari strategi BRIDA NTB mendekatkan inovasi dan teknologi dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui pemanfaatan gerobak listrik, pelaku usaha diharapkan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
BRIDA NTB berharap program ini menjadi contoh pemanfaatan inovasi sederhana yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat sekaligus mendukung penerapan teknologi ramah lingkungan. Ke depan, pelaku usaha diharapkan tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga mampu mendukung cita-cita pembangunan NTB yang semakin maju dan mendunia.