SELONG — Kebakaran hebat menghanguskan empat ruangan di asrama santri Madrasah Aliyah (MA) Mu'allimin Nahdlatul Wathan (NW) Anjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (23/8/2026) malam. Peristiwa itu menimbulkan kerugian materiel yang ditaksir mencapai Rp 1,32 miliar.
Kepala MA Mu'allimin NW Anjani, Wildan Ansori, menyebutkan empat ruangan yang terbakar terdiri dari tiga ruang asrama dan satu ruang laboratorium komputer. "Yang terbakar tadi malam itu empat lokal. Ada tiga ruang asrama dan satu ruang lab komputer," terang Wildan, Senin (24/8/2026).
Seluruh perabotan santri dan puluhan perangkat komputer ikut dilalap api. Wildan membeberkan bahwa kerugian terbesar berasal dari kerusakan bangunan yang parah akibat habis terbakar.
Api dilaporkan muncul sekitar pukul 21.20 Wita dan berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran setempat. Meski kerugian materiel sangat besar, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tersebut.
Saat kejadian berlangsung, asrama dalam keadaan kosong karena para santri sedang menjalani masa libur. Hal ini yang menjadi penyebab tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Rencana awal, para santri dijadwalkan kembali masuk pada Selasa sore. Namun, pihak madrasah memutuskan untuk menunda jadwal masuk hingga Jumat sore. "Selasa sore rencana akan masuk, tapi dengan kejadian ini kami tunda sampai hari Jumat sore baru mereka balik. Kami telah menyiapkan ruangan sementara bagi santri," ucap Wildan.
Wildan memastikan bahwa penyebab kebakaran murni akibat korsleting atau arus pendek listrik. Pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kesengajaan dalam peristiwa ini.
"Kami menduga ini murni korsleting listrik atau arus pendek. Tidak ada pihak yang kami duga atau kami tuduh, ini murni musibah," pungkasnya.