NUSA TENGGARA BARAT — Santa Cruz 2027 hadir di tengah segmen yang tidak biasa—bukan SUV, bukan pula truk pikap konvensional. Dengan basis dari Tucson, mobil ini menggabungkan kabin empat pintu di depan dan bak belakang sepanjang empat kaki di belakang. Hyundai menyasar pemilik rumah dan penggemar aktivitas luar ruang yang butuh ruang angkut kotor tanpa mengorbankan kenyamanan kabin, bukan pekerja keras yang butuh truk sesungguhnya.
Untuk model tahun terakhirnya sebelum kabarnya dihentikan setelah 2027, Hyundai merampingkan lini Santa Cruz menjadi tiga varian: SE, SEL Activity, dan XRT. Trim Limited dan SEL dihapus, sementara XRT menyerap sejumlah fitur untuk mengisi kekosongan tersebut.
Tenaga berasal dari dua pilihan mesin 2.5 liter. SE dan SEL Activity menggunakan empat silinder naturally aspirated yang menghasilkan 191 hp dan 181 lb-ft torsi, disalurkan lewat transmisi otomatis delapan percepatan. Saat diuji pada Tucson yang basisnya sama, akselerasi mesin ini terasa lamban.
Varian XRT mendapat turbocharged 2.5 liter dengan tenaga 281 hp dan torsi 311 lb-ft—perbedaan yang sangat terasa di kepadatan lalu lintas perkotaan. Semua trim bisa dipilih dengan penggerak semua roda, dan sistem ini menjadi standar pada XRT.
Hasil tes akselerasi 0-60 mph untuk versi turbo mencatat waktu 6,0 detik, hanya 0,2 detik di belakang Ford Maverick Lobo turbo yang pernah diuji. Untuk ukuran pikap urban, angka ini sudah lebih dari cukup untuk menyelinap di tengah kemacetan.
Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu nilai jual utama Santa Cruz. Dengan mesin dasar dan penggerak roda depan, EPA mencatat 22 mpg kota, 30 mpg jalan raya, dan 25 mpg kombinasi. Menambahkan penggerak semua roda menurunkan masing-masing angka itu sebesar 1 mpg.
Versi turbo XRT dengan penggerak semua roda mendapat estimasi 18 mpg kota, 25 mpg jalan raya, dan 20 mpg kombinasi. Namun dalam pengujian jalan raya dengan kecepatan konstan 75 mph, varian turbo justru mencatatkan 30 mpg—jauh melampaui estimasi resminya.
Sebagai pembanding, Ford Maverick hybrid jauh lebih unggul dengan rating EPA 42 mpg kota, 35 mpg jalan raya, dan 35 mpg kombinasi. Maverick non-hybrid berada di angka 23 mpg kota, 32 mpg jalan raya, dan 26 mpg kombinasi.
Dimensi Santa Cruz yang lebih pendek dan rendah dari pikap mid-size membuatnya mudah bermanuver di perkotaan. Pengalaman berkendara terakhir menunjukkan kualitas berkendara yang baik dan handling yang lincah—tidak kaku seperti truk pada umumnya.
Kapasitas penarik bervariasi tergantung mesin. Versi dasar mampu menarik hingga 3.500 pon, sementara XRT dengan turbo naik ke 5.000 pon—angka yang sama dengan pikap unibody lain di kelasnya seperti Honda Ridgeline dan Ford Maverick.
Bak belakangnya yang pendek punya keterbatasan jelas. Untuk kebutuhan seperti mengangkut perlengkapan berkebun, barang basah, atau perlengkapan outdoor yang kotor, bak ini cukup fungsional. Tersedia juga penutup bak kedap cuaca untuk keamanan ekstra.
Setelah menimbang seluruh spesifikasi dan hasil pengujian, berikut ringkasan jujurnya:
Santa Cruz 2027 paling cocok untuk mereka yang butuh fleksibilitas bak pikap untuk kebutuhan sesekali—membawa pot tanaman, peralatan kotor, atau barang belanjaan besar—tanpa ingin mengorbankan kenyamanan harian SUV. Mobil ini bukan pengganti truk kerja, dan tidak mencoba menjadi seperti itu.
Namun ada catatan penting. Varian SE dan SEL Activity dengan mesin standar terasa kurang bertenaga, dan XRT turbo yang menyenangkan datang dengan harga premium yang cukup curam. Kabar baiknya, dengan konfirmasi bahwa Santa Cruz akan dihentikan setelah 2027, penawar yang cerdas mungkin bisa mendapatkan diskon menarik sebelum model ini benar-benar pergi.