Disperindag Dompu Latih 40 Warga Bikin Benang Pewarna Alami dari Daun Ketapang, Incar Pasar Ekspor

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:01:02 WIB
Warga mengikuti pelatihan pembuatan benang pewarna alami dari daun ketapang yang digelar Disperindag Dompu di SMK Kreatif We Save Dompu, Kelurahan Kandai Satu, Kabupaten Dompu, 26–28 Agustus 2026.

DOMPU — Puluhan warga Kabupaten Dompu mendapat keterampilan baru mengolah benang dengan pewarna alami. Pelatihan yang digelar Disperindag setempat ini berlangsung tiga hari, 26–28 Agustus 2026, dan dibiayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026.

Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, saat membuka kegiatan menegaskan pelatihan ini bukan agenda seremonial. Ia menyebut program ini bentuk keseriusan pemerintah daerah menjawab tantangan pasar yang mulai berbalik arah.

"Sekarang zaman berubah. Dunia sekarang berbalik arah. Permintaan terhadap produk pewarna alami semakin meningkat dari hari ke hari, baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Inilah peluang emas yang sedang mengetuk pintu kita, peluang yang tidak boleh kita sia-siakan," ujarnya di halaman SMK Kreatif We Save Dompu, Kelurahan Kandai Satu.

Daun Ketapang dan Jambu Jadi Bahan Baku Andalan

Kepala Disperindag Kabupaten Dompu, Ir. Armansyah, M.Si., menjelaskan peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan bahan alami di sekitar lingkungan. Daun ketapang, daun jambu, dan daun mangga menjadi bahan utama yang diolah menjadi pewarna benang.

Menurut Armansyah, keunggulan pewarna alami tidak hanya ramah lingkungan. Produk kain yang dihasilkan berpotensi dijual lebih tinggi dibandingkan pewarna sintetis yang harganya murah dan warnanya lebih terang.

"Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat meningkatkan kapasitas, keterampilan dan daya saing sehingga usaha mereka dapat berkembang dan semakin mandiri," katanya.

Melestarikan Warisan Leluhur di Tengah Gempuran Pewarna Kimia

Syirajuddin mengakui pelaku usaha lokal selama ini lebih mudah menggunakan pewarna sintetis. Namun, ia menilai kebiasaan itu menggerus karakter dan keunikan produk khas daerah.

"Pelatihan industri benang pewarna alami ini selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga merawat serta melestarikan warisan leluhur yang telah dititipkan sejak masa lampau," tuturnya.

Para peserta diminta menyerap materi dari narasumber dengan serius. Syirajuddin berharap keterampilan yang didapat menjadi bekal nyata meningkatkan ekonomi keluarga.

"Seraplah sebanyak-banyaknya materi yang disampaikan para narasumber dan ikutilah setiap sesi pelatihan dengan penuh perhatian, ketekunan dan kesabaran," pesannya.

40 Peserta dari Beragam Profesi Ikuti Pelatihan

Armansyah merinci 40 peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai latar belakang profesi. Mereka akan dibimbing selama tiga hari untuk menguasai teknik pewarnaan alami secara praktis.

Kegiatan ini turut dihadiri Camat Dompu, Kepala Bagian lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu, Lurah Kandai Satu, serta jajaran pejabat dan staf Disperindag Kabupaten Dompu.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: tamborapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top