MATARAM — Dinas Pendidikan Kota Mataram memastikan program rehabilitasi empat sekolah dasar dan menengah pertama terus berjalan hingga akhir tahun ini. SDN 13 Ampenan dan SMPN 17 Mataram dilaporkan telah selesai dikerjakan, sedangkan SDN 44 Cakranegara masih dalam proses pengerjaan fisik.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Mataram, Syarafudin, menyebutkan anggaran yang digelontorkan untuk jenjang SD dan SMP masing-masing mencapai sekitar Rp 1,7 miliar. Total dana yang dikucurkan pun menembus lebih dari Rp 3 miliar.
Rehabilitasi tidak hanya menyasar perbaikan bangunan yang rusak. Syarafudin menjelaskan, penambahan ruang kelas baru menjadi prioritas utama di sekolah-sekolah yang mengalami keterbatasan sarana.
“Anggarannya bersumber APBD untuk menambah ruang, kebetulan ada keterbatasan sarana di sekolah-sekolah,” ujarnya, Senin (24/8).
Pihaknya juga memprioritaskan sekolah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat. Strategi ini disusun lantaran bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan kekurangan ruang kelas di Kota Mataram.
Syarafudin tidak menampik bahwa daftar sekolah yang direhabilitasi bakal bertambah tahun ini. Namun, realisasi pengerjaannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.
“Kita ada strateginya dalam arti di sekolah yang misalnya kekurangan ruang, kita tambahkan ruang. Kemudian yang tingkat kerusakannya sedang ke atas kita prioritaskan,” terangnya.
Intervensi anggaran dari APBD ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dasar di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut. Proses belajar mengajar pun diharapkan berlangsung lebih aman dan nyaman bagi peserta didik.
“Ini dalam rangka memastikan peserta didik dan sekolah itu bisa memberikan pelayanan proses pembelajaran yang aman dan nyaman,” pungkasnya.