Bupati Sumbawa Ajak Warga Hidupkan Keteladanan Rasulullah, Tekankan Makna Maulid Bukan Sekadar Acara Tahunan

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:35:32 WIB
Bupati Sumbawa mengajak warga memaknai Maulid sebagai refleksi akhlak sehari-hari.

SUMBAWA BESAR — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Nurul Huda, Sumbawa, Rabu (26/8), tidak sekadar menjadi seremonial tahunan. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara tegas meminta masyarakat mengubah momentum ini menjadi refleksi nyata atas akhlak dan perilaku keseharian.

“Meneladani Rasulullah SAW tidak cukup hanya pada momentum peringatan Maulid, tetapi harus kita wujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat,” ajaknya di hadapan jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, Ketua TP PKK, serta undangan yang hadir.

Memakmurkan Masjid sebagai Ruang Silaturahmi

Bupati mencontohkan, salah satu bentuk keteladanan yang bisa langsung diterapkan adalah dengan memakmurkan masjid. Ia menilai masjid bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga ruang publik untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa sendiri telah mendorong penerapan nilai keagamaan dalam tata kelola pemerintahan. Imbauan salat Subuh berjamaah serta penyaluran zakat ASN melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjadi contoh konkret yang disebutkan bupati.

Menjaga Kondusivitas dan Mendukung Pembangunan Daerah

Bupati berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah mampu menjaga suasana Kabupaten Sumbawa tetap aman, tenteram, dan damai. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah, karena persatuan dan akhlak menjadi fondasi mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.

Senada dengan itu, Ustaz Khoiruman Basir Rambe yang menyampaikan hikmah Maulid mengingatkan dua momentum penting yang berdekatan tahun ini: HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi. Keduanya, menurutnya, menjadi pendorong bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan daerah.

Setiap Orang Bisa Menjadi Teladan

Dalam tausiahnya, Ustaz Khoiruman menekankan bahwa keteladanan tidak harus datang dari tokoh besar. Setiap individu dapat menjadi teladan, minimal bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitar, tanpa memandang latar belakang maupun profesi.

Peringatan Maulid di Masjid Agung Nurul Huda pun menjadi pengingat bahwa nilai keagamaan dan semangat kebangsaan dapat berjalan beriringan untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih rukun, berakhlak, dan saling mendukung. (*)

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top