SUMBAWA BESAR — Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, secara resmi membuka Rakor TPID yang dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, Bulog, Pertamina, serta para pelaku distribusi dan perdagangan. Sebelum rapat dimulai, rombongan terlebih dahulu melakukan peninjauan langsung ke pasar untuk memastikan ketersediaan pasokan dan mendengarkan keluhan pedagang.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa hanya mengandalkan data statistik. Ia meminta seluruh jajaran untuk turun ke lapangan dan memetakan persoalan secara konkret.
"Data kita baca, lapangan kita lihat, masalah kita petakan, dan solusi kita kerjakan bersama. Inilah cara kerja pengendalian inflasi yang kita butuhkan," tegasnya.
Inflasi Sumbawa Terendah, Bupati Ingatkan Bahaya Euforia
Capaian inflasi 2,50 persen pada Juli 2026 atau turun 0,37 persen secara bulanan (month-to-month) dinilai sebagai hasil kerja bersama. Meski demikian, Bupati Jarot meminta angka tersebut tidak membuat semua pihak terlena.
"Jangan jadikan angka 2,50 persen sebagai alasan untuk beristirahat. Jadikan angka itu sebagai alasan untuk bekerja lebih baik," ujarnya.
Menurutnya, langkah antisipatif harus terus dilakukan dengan memantau produksi, pasokan, distribusi, dan harga sejak dini. Keseimbangan kepentingan produsen dan konsumen juga menjadi perhatian utama agar petani mendapatkan harga layak dan masyarakat memperoleh harga terjangkau.
Wagub Soroti Distribusi LPG 3 Kg di Pulau Sumbawa
Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, menyebut Pulau Sumbawa memiliki potensi besar melalui beragam komoditas yang dapat dikembangkan. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai untuk memperkuat produktivitas dan kelancaran distribusi.
Ia menyoroti persoalan distribusi LPG yang dinilai perlu pembahasan lebih lanjut agar penyalurannya lebih optimal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Wagub berharap forum TPID menjadi ruang bersama untuk memecahkan berbagai persoalan di lapangan.
"Kita berharap melalui forum ini berbagai permasalahan yang ada dapat kita pecahkan bersama," ujarnya.
Hasil Rakor TPID: Tak Boleh Berhenti di Catatan Administratif
Bupati Jarot memberikan instruksi tegas terkait hasil rapat koordinasi. Setiap permasalahan yang ditemukan di lapangan wajib memiliki penanggung jawab, langkah konkret, serta target dan waktu tindak lanjut yang jelas.
Rakor ini juga dihadiri oleh TPID Kabupaten Sumbawa Barat dan melibatkan berbagai pihak terkait. Sinergi ini menjadi modal penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur NTB.
Dengan potensi produksi pangan yang besar dan jejaring kerja sama yang semakin kuat, pengendalian inflasi diarahkan menjadi kerja bersama yang bergerak dari data, lapangan, hingga tindakan nyata.