NUSA TENGGARA BARAT — Harga selangit nyatanya tidak membuat Apple gentar menargetkan angka penjualan tinggi untuk iPhone Ultra. Perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu dikabarkan menyiapkan produksi hingga 10 juta unit untuk ponsel lipat pertamanya, angka yang dinilai cukup ambisius untuk sebuah perangkat premium.
Nabila Popal, analis dari International Data Corporation (IDC), meyakini target tersebut realistis. Ia menyebut iPhone Ultra menyasar segmen konsumen yang sangat spesifik dan tidak akan terpengaruh oleh mahalnya harga.
"Sekelompok konsumen yang sangat elit menjadi sasaran pasar perangkat ini," ujar Popal kepada Bloomberg. "Mereka akan mengantre untuk membeli perangkat ini."
Popal bahkan memperkirakan iPhone Ultra akan menyumbang 40 persen dari total pengiriman ponsel lipat global pada 2027. Kehadirannya disebut bisa menyelamatkan pasar ponsel lipat dari penurunan.
Target 10 juta unit itu jauh lebih besar dari ambisi Samsung di segmen yang sama. Vendor asal Korea Selatan tersebut memulai 2026 dengan target produksi 6,3 juta unit ponsel lipat, lalu menambah satu juta unit Galaxy Z Fold 8 setelah respons positif di pasar.
Padahal, Samsung sudah berkecimpung di kategori ponsel lipat hampir satu dekade dan menjadi pemain terbesar di luar China. Fakta bahwa Apple yang baru pertama kali terjun justru diprediksi menjual lebih banyak menunjukkan kekuatan loyalitas mereknya.
Menariknya, angka 10 juta unit sebenarnya kecil jika dibandingkan penjualan iPhone reguler. Analis memperkirakan Apple menargetkan 85 juta unit iPhone 18 series pada paruh kedua tahun ini, termasuk 70 juta unit untuk varian Pro dan Pro Max.
Kendati begitu, laporan lain menyebut ketersediaan iPhone Ultra di awal peluncuran bakal sangat terbatas. Ada klaim yang menyatakan Apple hanya menyiapkan 0,5 hingga 1 juta unit untuk stok perdana, jauh di bawah target 10 juta unit.
Jika pasokan terbatas, bukan tidak mungkin perangkat ini akan sulit ditemukan di pasar. Namun, pengguna disarankan bersabar dan tidak membeli dari calo dengan harga lebih tinggi karena pasokan diprediksi akan normal seiring waktu.
Apple telah mengonfirmasi akan menggelar acara peluncuran iPhone berikutnya pada 9 September 2026. Acara tersebut diyakini menjadi momen pengumuman resmi iPhone Ultra beserta detail lengkap spesifikasinya.
Laporan yang beredar menyebut Apple berencana merilis iPhone Ultra secara bertahap. Pembeli di Amerika Serikat kemungkinan mendapat prioritas pertama, disusul wilayah lain seperti China, Australia, Inggris, dan sejumlah negara Eropa.
iPhone Ultra jelas bukan perangkat untuk semua orang. Dengan harga yang diperkirakan menembus USD 2.500, ponsel lipat ini menyasar pengguna yang menginginkan perangkat paling mutakhir tanpa mempertimbangkan anggaran. Bagi penggemar Apple yang sudah lama menantikan ponsel lipat, perangkat ini tampaknya akan menjadi barang yang layak ditunggu meski harus merogoh kocek dalam-dalam.