Gubernur NTB dan Walikota Mataram Tinjau Kemacetan Rembiga, Water Barrier yang Dibongkar Warga Jadi Sorotan

Penulis: Uki Damayanti  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 22:55:31 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana meninjau kemacetan di Simpang Empat Rembiga, Senin (31/8) sore.

MATARAM — Pembongkaran water barrier di Simpang Empat Rembiga menjadi perhatian serius Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau langsung lokasi, Senin (31/8) pukul 17.15 WITA. Gubernur yang datang bersama Walikota Mataram Mohan Roliskana menyayangkan aksi tersebut dan meminta penyelesaiannya ditempuh lewat musyawarah.

Keduanya sengaja hadir pada jam sibuk sore untuk mengamati pergerakan kendaraan dari berbagai arah serta mengevaluasi efektivitas penataan jalur yang tengah diterapkan. Bagi Gubernur Iqbal, persoalan kemacetan di Rembiga bukan perkara baru dan butuh solusi yang benar-benar bekerja di lapangan.

Water Barrier Dinilai Efektif, tetapi Ada yang Dibongkar

Dari sejumlah alternatif yang diuji, penggunaan water barrier disebut cukup efektif mengurai arus kendaraan di persimpangan. Namun, Gubernur menyayangkan masih ada warga yang membongkar pembatas tersebut.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita mencari solusi bersama. Kita ingin lalu lintas lancar, tetapi pada saat yang sama kepentingan masyarakat juga harus kita perhatikan," ujar Gubernur Iqbal.

Ia menegaskan setiap kebijakan di kawasan itu harus mempertemukan kebutuhan kelancaran lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga.

Bukan Sekadar Soal Arus Kendaraan

Pemerintah memandang penataan Rembiga tidak bisa dilepaskan dari fungsi kawasan sebagai ruang aktivitas ekonomi. Karena itu, peninjauan tidak berhenti di persimpangan.

Usai memantau arus lalu lintas, Gubernur dan Walikota berjalan kaki menyusuri kawasan dan berdialog dengan sejumlah pelaku UMKM. Mereka mendengar langsung kondisi serta aspirasi pedagang yang menggantungkan usahanya pada keramaian di lokasi tersebut.

Sinergi Pemprov dan Pemkot untuk Solusi Bersama

Langkah bersama Gubernur dan Walikota ini menjadi sinyal bahwa penyelesaian kemacetan Rembiga tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi yang cepat tetapi tetap bisa diterima semua pihak.

Kemacetan Rembiga pada akhirnya mempertemukan banyak kepentingan dalam satu ruang. Solusi yang ideal menurut pemerintah adalah yang dibangun dari kondisi nyata, mendengarkan masyarakat, serta tetap menjaga kawasan tetap tertib tanpa mematikan denyut ekonomi warga.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: kicknews.today This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top