MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menindaklanjuti pertemuan dengan Duta Besar Qatar untuk Indonesia dengan menjajaki kerja sama penempatan tenaga kerja, khususnya lulusan SMK asal daerah itu ke Qatar. Pembahasan tersebut berjalan bersamaan dengan penjajakan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB.
Iqbal menyebut isu pendidikan vokasi menjadi salah satu materi utama yang dibahas dalam pertemuan dengan Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari. Langkah ini diambil untuk memperluas akses kerja bagi lulusan SMK di tengah meningkatnya persaingan tenaga kerja.
“Ya macam-macam, masalah isu itu, masalah SMK juga, itu juga termasuk dari isu-isu yang kita bahas,” kata Iqbal, Jumat (28/8/2026).
Pemprov NTB Petakan Kebutuhan Tenaga Kerja Qatar
Penjajakan kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja di Qatar. Pemerintah Provinsi NTB selanjutnya akan menyesuaikan kebutuhan tersebut dengan kompetensi lulusan SMK yang tersedia di daerah.
Melalui pemetaan ini, Pemprov NTB berharap lulusan SMK tidak hanya terserap di pasar kerja domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional. Langkah ini dinilai sejalan dengan semangat NTB Mendunia yang digaungkan pemerintah daerah.
Kedekatan Emosional Jadi Modal Kerja Sama
Dalam pertemuan yang berlangsung di dua kesempatan itu, Iqbal dan Al-Dosari tidak hanya membahas soal tenaga kerja. Peluang investasi serta hubungan antarsektor swasta juga turut menjadi topik pembicaraan.
Iqbal menilai hubungan Indonesia dan Qatar yang sudah dekat menjadi modal kuat untuk membangun kerja sama yang lebih konkret. Menurutnya, kedekatan tersebut tidak hanya menyasar pemerintah, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Modal terbesar kita dengan Qatar ini adalah kedekatan emosional. Sangat dekat antara Indonesia dan Qatar. Kita punya persepsi yang baik tentang masing-masing negara dan ini jadi modal kuat buat kita untuk membangun kerja sama,” ujar mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki tersebut.
Diskusi Informal Hampir Tiga Jam
Pertemuan Iqbal dan Al-Dosari berlangsung dalam dua kesempatan. Keduanya berdiskusi secara informal hampir tiga jam pada malam sebelumnya, lalu melanjutkan pembicaraan formal hampir dua jam pada hari berikutnya.
Pembahasan yang panjang tersebut menunjukkan keseriusan kedua pihak dalam menjajaki kerja sama. Iqbal mengatakan, upaya ini menjadi bagian dari penerjemahan semangat NTB Mendunia agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu wujud nyatanya adalah perluasan akses generasi muda dan tenaga kerja NTB terhadap pasar kerja internasional. Peluang kerja bagi lulusan SMK ke Qatar menjadi salah satu langkah yang tengah dijajaki pemerintah saat ini.
Pemprov NTB selanjutnya perlu memetakan kebutuhan tenaga kerja Qatar sekaligus menyiapkan lulusan SMK dengan kompetensi yang sesuai. Langkah tersebut diharapkan membuka akses kerja internasional sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja asal NTB.