NUSA TENGGARA BARAT — Dari sisi hardware, iPhone Duo dirancang dengan bentuk buku (book-style) yang ultra-tipis. Apple dikabarkan sangat mempromosikan ketahanan dan layar tanpa bekas lipatan — dua hal yang selama ini menjadi momok ponsel lipat.
Namun, kabar buruknya, untuk mencapai desain tersebut, Apple harus berkompromi. Spekulasi menyebutkan iPhone Duo hanya akan punya dua kamera belakang, tanpa lensa telephoto. Fitur keamanan biometrik juga mungkin mundur ke Touch ID di tombol power, meninggalkan Face ID yang sudah menjadi standar sejak 2017.
Ini poin krusial yang sering terlewat. Semua orang sibuk membahas engsel dan lipatan layar, padahal masa depan iPhone Duo ditentukan oleh iOS 27. Layar 7,8 inci yang mahal itu tidak akan berarti apa-apa jika sistem operasinya tidak dirombak total.
Ada tiga tuntutan utama yang harus dipenuhi Apple untuk menyaingi Galaxy Z Fold 8:
Tanpa ketiganya, iPhone Duo berisiko menjadi perangkat keras cantik yang hanya menjalankan iOS yang "dipaksa" melebar.
Kabar baik untuk yang tidak tertarik ke bentuk lipat. Laporan terbaru dari Bloomberg meredam kekhawatiran kenaikan harga yang sempat diprediksi mencapai USD 300. Kini, kenaikan dipatok maksimal USD 100. Artinya, iPhone 18 Pro akan dibanderol mulai USD 1.199 (sekitar Rp 19,2 juta) dan Pro Max di USD 1.299 (sekitar Rp 20,8 juta) untuk varian dasar 256GB.
Kenaikan ini sebenarnya cukup fair jika melihat peningkatan yang ditawarkan. iPhone 18 Pro Max dikabarkan akan mendapatkan chip A20 Pro berbasis 2nm, bukaan aperture variabel pada kameranya, dan baterai lebih besar. Hal ini membuat selisih harga dengan Pro biasa terasa lebih masuk akal tahun ini.
Selain ponsel, Apple diprediksi merilis sejumlah perangkat lain yang tak kalah menarik: