LOMBOK UTARA — Ketua Forikan Provinsi NTB Sinta M. Iqbal memimpin langsung kegiatan GEMARIKAN di TK IT Babul Mujahidin, Desa Bayan, Kecamatan Bayan. Ia berinteraksi dengan anak-anak dan bertanya, "Siapa yang suka makan ikan?" Pertanyaan itu disambut tangan-tangan kecil yang terangkat.
Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, TP PKK NTB, serta Tim Bunda Literasi NTB. Selain edukasi, tim membagikan 200 paket olahan ikan berupa pentol dan nugget kepada anak-anak dan ibu-ibu yang hadir.
Sinta menilai GEMARIKAN bukan sekadar membagikan makanan. Yang lebih penting, katanya, membangun kebiasaan makan ikan di lingkungan keluarga.
"Masih banyak anak-anak kita yang tidak mau makan ikan. Kalau tidak mau makan sayur, ibunya panik. Tapi kalau tidak mau makan ikan, ibunya biasa-biasa saja," kata Sinta.
Ia meminta orang tua lebih kreatif menyajikan ikan agar disukai anak. Ikan bisa diolah menjadi bakso, nugget, pentol, atau makanan lain sesuai selera anak.
"Yang penting anak-anak mau makan ikan. Karena ikan ini bagus untuk pertumbuhan," ujarnya.
Sinta juga mendorong kader Posyandu menggelar makan bersama dengan menu berbahan ikan secara berkala. Kegiatan itu dinilai bisa menjadi sarana edukasi sekaligus membiasakan anak mengonsumsi ikan.
Usai mengunjungi TK IT Babul Mujahidin, Sinta melanjutkan kunjungan ke Posyandu Sakura. Di lokasi tersebut, ia mendapat informasi angka stunting turun dari sekitar 18 persen pada awal tahun menjadi 15,9 persen pada Juli 2026.
Penurunan tersebut salah satunya didukung pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal. Sinta mengapresiasi perbaikan fasilitas Posyandu, terutama alat ukur dan kalibrasinya.
Ia juga mendorong kegiatan Posyandu terus terintegrasi dengan program literasi. Menurut Sinta, Posyandu di lokasi itu sudah terintegrasi dengan literasi dan kegiatannya sangat banyak dan positif.
"Posyandu di sini sudah terintegrasi dengan literasi. Kegiatannya sangat banyak dan positif. Tolong ditularkan ke tetangga-tetangganya," pesannya.
Di hadapan para ibu, Sinta mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi dan gawai secara bijak. Anak-anak dinilai tetap perlu dibiasakan membaca buku, menggambar, hingga bermain bersama.
Dalam kegiatan GEMARIKAN, anak-anak TK IT Babul Mujahidin juga diajak berjanji untuk menyukai ikan dan sayur. Mereka turut bercerita tentang pengalaman mengikuti program Makan Bergizi Gratis.
Forikan NTB menilai membangun generasi sehat tidak cukup hanya dengan menyediakan makanan bergizi. Anak-anak perlu dikenalkan, dibuat menyukai, dan dibiasakan mengonsumsi makanan bergizi sejak dini.
"Ikan adalah kekayaan kita. Jadi harus dibiasakan sejak anak-anak," tegas Sinta.