NUSA TENGGARA BARAT — Seekor hiu sepanjang 3,5 meter terdampar di sebuah kanal di Busan, Korea Selatan, selama dua minggu hingga Jumat (2/10). Ikan itu pertama kali terlihat di saluran air sempit Pelabuhan Utara pada 18 September dan dijuluki Bukangi oleh warga setempat. Kemunculannya menarik ratusan ribu orang datang ke lokasi untuk melihat langsung.
Hiu yang terjebak di saluran air sempit Pelabuhan Utara, Busan, itu menjadi fenomena langka karena mampu bertahan hidup di perairan tawar selama dua minggu. Julukan Bukangi muncul dari percakapan warga yang memantau pergerakannya setiap hari.
Ikan hiu itu pertama kali terlihat pada 18 September di kanal sempit kawasan Pelabuhan Utara. Sejak saat itu, keberadaannya terus dipantau warga dan otoritas setempat.
Saluran air tempat hiu itu terjebak tergolong sempit dan jauh dari laut lepas. Kondisi ini membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara langsung.
Tim penyelamat mengerahkan jaring untuk mengarahkan hiu keluar menuju laut lepas. Metode ini dipilih untuk membujuk ikan bergerak tanpa melukainya.
Hingga Jumat (2/10), hiu tersebut masih berada di kanal. Belum ada keterangan resmi soal apakah proses penggiringan sudah mencapai laut terbuka.
Keberadaan hiu yang dijuluki Bukangi berubah menjadi daya tarik publik. Ratusan ribu orang datang ke daerah sekitar kanal untuk melihatnya secara langsung.
Antusiasme warga ini menjadikan kanal Pelabuhan Utara sebagai titik keramaian baru di Busan selama dua minggu terakhir.
Sejumlah spesies hiu diketahui mampu beradaptasi dengan perairan bersalinitas rendah dalam periode terbatas. Kemampuan ini yang membuat hiu di kanal Busan tetap hidup selama dua minggu.
Meski demikian, paparan berkepanjangan terhadap air tawar tetap berisiko bagi kesehatan ikan. Karena itu, upaya penggiringan ke laut lepas dinilai mendesak.
Belum ada jadwal pasti kapan hiu itu akan berhasil dikembalikan ke laut lepas. Otoritas setempat masih melanjutkan operasi penggiringan di kanal Pelabuhan Utara.