Toyota bZ4X Jadi Robotaxi Waymo, Produksi Mulai 2027 di Jepang

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 17:02:31 WIB
Toyota bZ4X versi robotaxi Waymo dijadwalkan mulai diproduksi di pabrik Takaoka, Toyota City, pada 2027.

NUSA TENGGARA BARAT — Toyota bZ4X akan dirakit sebagai robotaxi Waymo di pabrik Takaoka, Toyota City, dengan pengujian perdana dijadwalkan 2027. Model tanpa pengemudi itu keluar dari lini produksi yang sama dengan versi reguler bZ4X. Waymo menyebut Jepang dan Inggris sebagai pasar pertama untuk kendaraan setir kanan ini.

Toyota Motor Corporation memproduksi bZ4X khusus robotaxi di pabrik Takaoka, Toyota City, Prefektur Aichi. Unit perdana dijadwalkan menjalani pengujian dan validasi pada 2027. Langkah itu memperluas kemitraan Toyota dengan Waymo, perusahaan ride-hailing otonom milik Alphabet.

Pabrik Takaoka memasang perangkat self-driving Waymo langsung di lini perakitan. Artinya, robotaxi keluar dari jalur produksi yang sama dengan bZ4X reguler. Toyota menyebut langkah itu sebagai tonggak perluasan layanan ride-hailing otonom penuh pertama di Jepang yang memakai kendaraan produksi lokal arus utama.

Perangkat Waymo Dipasang di Lini Produksi Takaoka

Selama ini Waymo merakit kendaraan otonomnya di fasilitas Mesa, Arizona. Di sana perusahaan memasang perangkat self-driving ke Jaguar I-Pace dan minivan Ojai buatan Zeekr. Model Toyota ini menjadi yang pertama dirakit di luar fasilitas Waymo sendiri.

Hyundai sempat menyatakan akan membangun "puluhan ribu" robotaxi untuk Waymo di pabriknya di Georgia. Rencana itu belum terealisasi hingga kini. Waymo juga mengoperasikan sejumlah Jaguar I-Pace setir kiri di Tokyo, tetapi masih dengan operator keselamatan di balik kemudi.

Jepang dan Inggris Jadi Pasar Pertama Setir Kanan

Setelah Jepang, robotaxi bermerek Waymo ini menyusul ke Inggris dan pasar lain tempat Waymo beroperasi. Peluncuran di luar kedua negara itu direncanakan pada tahun-tahun berikutnya. Dmitri Dolgov, co-CEO Waymo, menegaskan fokus awal pada pasar setir kanan.

"We'll start with the right-hand drive markets in Japan and the UK," kata Dolgov. "I think the vision and the strategic partnership is to extend that beyond that, but we don't have any other countries or timelines or specifics to share."

Waymo maupun Toyota belum mengungkap jumlah unit robotaxi buatan Jepang yang akan beroperasi. Belum ada pula tenggat pasti untuk peluncuran komersial skala luas. Waymo menargetkan layanan tanpa pengemudi penuh di Tokyo pada 2027.

Pintu Otomatis hingga Lampu Ambient untuk Penumpang

Kendaraan ini keluar dari pabrik dengan sejumlah fitur khusus penumpang. Pintu otomatis memudahkan naik-turun tanpa menyentuh handle. Power liftgate membantu akses bagasi, sementara ambient lighting menyesuaikan suasana kabin.

Paket perangkat keras Waymo mencakup sensor dan komputasi yang dipasang di lini Takaoka. Toyota tidak merinci spesifikasi baterai maupun jangkauan versi robotaxi. Basisnya tetap bZ4X yang di Jepang memakai nama tersebut, bukan bZ seperti di pasar Amerika.

Dasar Kemitraan Sejak April 2025

Kedua perusahaan menandatangani kerja sama pada April 2025. Isinya mengembangkan platform kendaraan otonom baru dan mengintegrasikan teknologi Waymo ke mobil penumpang generasi berikutnya. Dolgov menyebut alasan memilih Toyota adalah rekam jejak keselamatan dan kualitas kendaraannya.

"We chose Toyota because of our respect for the legendary safety, reliability, and quality of their vehicles, and we look forward to deepening our collaboration as we scale our fully autonomous Waymo Driver technology globally," ujarnya.

Dari sisi Toyota, Hiroki Nakajima, Member of the Board and Executive Vice President Toyota Motor Corporation, menyampaikan visi serupa saat penandatanganan. "We share a strong sense of purpose and a common vision with Waymo in advancing safety through automated driving technology," kata Nakajima. Ia menyebut kolaborasi ini mendekatkan perusahaan pada cita-cita zero-accident society.

Bagi konsumen Indonesia, proyek ini belum menyentuh pasar lokal. bZ4X yang dijual di Tanah Air tetap versi penumpang biasa tanpa perangkat otonom. Namun arah kemitraan Toyota-Waymo memberi gambaran ke mana teknologi self-driving menuju: kendaraan listrik produksi massal, bukan prototipe terbatas.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: insideevs.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top